Sharing Session Jambore 2025: Kolaborasi Relawan dan Praktisi Kuatkan Ketangguhan Komunitas Muhammadiyah–‘Aisyiyah

TAWANGMANGU, PULANGPISAUMU.COM — Salah satu rangkaian penting dalam Jambore Nasional ke-3 Relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang digelar di Tawangmangu pada Jumat (27/6), adalah sesi berbagi pengalaman atau Sharing Session. Kegiatan ini digagas oleh Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)–MDMC PP Muhammadiyah dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP ‘Aisyiyah, sebagai wadah kolaboratif dalam memperkuat kapasitas relawan berbasis pengetahuan dan pengalaman lintas sektor.

Lebih dari 2.000 peserta jambore mengikuti delapan kelas tematik yang dirancang untuk menjawab tantangan kebencanaan berbasis komunitas. Topik yang dibahas beragam, seperti penguatan rumah sakit dan sekolah dalam kesiapsiagaan bencana, peran perguruan tinggi dalam edukasi mitigasi, strategi pendanaan program kemanusiaan, hingga inisiatif lingkungan oleh ‘Aisyiyah yang menyasar adaptasi perubahan iklim dan pengurangan sampah rumah tangga.

Tak hanya itu, kelas-kelas juga membahas penguatan fungsi masjid dan mushala sebagai ruang tangguh bencana serta model transisi energi ramah lingkungan melalui keterlibatan aktif komunitas perempuan. Salah satu inisiatif menarik yang disorot adalah proyek Energi Surga, berupa instalasi panel surya di SD ‘Aisyiyah Kota Sukabumi dan program 1000 Cahaya yang didukung oleh ViriyaENB.

Para narasumber yang hadir berasal dari berbagai latar belakang—akademisi, pemerintah, hingga praktisi kemanusiaan—memberikan perspektif nyata tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun masyarakat yang tangguh bencana.

Kegiatan ini juga menghadirkan forum khusus bertajuk Resilience Meeting Group, yang mempertemukan pimpinan MDMC dan LLHPB dengan perwakilan pemerintah dan mitra internasional. Forum ini mengangkat tema “Internasionalisasi Gerakan Kemanusiaan Muhammadiyah”, dengan menghadirkan Deputi Kemenko PMK Dr. Lilik Kurniawan, M.Si. dan Duta Besar RI untuk Lebanon, Drs. Hajriyanto Y. Thohari, M.A.

Kegiatan Sharing Session ini menunjukkan bahwa gerakan relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tidak hanya bergerak di bidang respons bencana, tetapi juga aktif dalam pendidikan publik, advokasi kebijakan, dan penguatan jejaring komunitas. MDMC dan LLHPB menegaskan bahwa kekuatan relawan terletak pada kemampuan menyatukan ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan aksi nyata di tengah masyarakat. (Bn/BS)


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *