Ketika Buku Mengajak Indonesia Berbenah, Serikat Taman Pustaka Gelar Diskusi Reset Indonesia

YOGYAKARTA, PULANGPISAUMU.COM — Membaca buku bukan sekadar memahami gagasan di atas kertas, tetapi juga membuka ruang untuk melihat kembali persoalan bangsa secara lebih kritis. Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Apresiasi dan Diskusi Buku Reset Indonesia karya Farid Gaban dan kawan-kawan yang digelar Serikat Taman Pustaka Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kegiatan berlangsung di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Rabu (26/8/2026), dan diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai unsur organisasi otonom Muhammadiyah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta pustakawan sekolah se-DIY.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Widiyastuti. Ia mengapresiasi penyelenggaraan diskusi tersebut sebagai ruang untuk membaca dan merefleksikan berbagai kondisi yang tengah dihadapi Indonesia.

Menurutnya, buku Reset Indonesia dapat menjadi salah satu bentuk kesaksian intelektual terhadap berbagai persoalan bangsa sekaligus membuka ruang dialog mengenai arah perubahan yang lebih baik. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Muhammadiyah untuk terus mendorong hadirnya kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih maju.

Diskusi kemudian menghadirkan sejumlah pembicara dan penanggap, yakni Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) DIY Indra Suryanto, antropolog lingkungan Yayum Kumai, serta Ketua Serikat Taman Pustaka David Efendi.

Di tengah berlangsungnya kegiatan, hadir pula Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah M. Busyro Muqoddas yang turut memberikan apresiasi terhadap terbitnya buku Reset Indonesia dan forum diskusi yang menyertainya.

Membaca Persoalan Indonesia secara Mendasar

Dalam pemaparannya, Farid Gaban dan Yusuf Priambodo menjelaskan bahwa Reset Indonesia merupakan catatan kritis mengenai berbagai persoalan yang dinilai membuat kehidupan rakyat semakin berat. Karena itu, gagasan “reset” yang ditawarkan buku tersebut bukan sekadar perubahan biasa, melainkan ajakan untuk melihat kembali sistem dan kebijakan secara lebih mendasar.

Buku tersebut mengangkat sejumlah persoalan utama yang saling berkaitan.

Pertama, persoalan Indonesia dipandang bersifat sistemik. Kemiskinan, ketimpangan, kerusakan lingkungan, korupsi, hingga buruknya pelayanan publik tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan bagaimana kekuasaan dan sistem ekonomi dikelola.

Kedua, pembangunan dinilai masih terlalu berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam. Hutan, tambang, laut, dan tanah kerap ditempatkan sebagai komoditas ekonomi, sementara masyarakat lokal dan lingkungan harus menanggung dampak yang ditimbulkan.

Ketiga, buku ini mengajak pembaca mengkritisi praktik demokrasi. Demokrasi elektoral dipertanyakan ketika kekuasaan politik masih beririsan kuat dengan kepentingan ekonomi, partai politik, oligarki, dan kelompok elite.

Keempat, persoalan sentralisasi juga menjadi perhatian. Buku ini membuka pembicaraan mengenai desentralisasi, bahkan federalisme, sebagai salah satu kemungkinan untuk menghadirkan tata kelola negara yang lebih sesuai dengan keragaman wilayah Indonesia.

Kelima, penguatan ekonomi rakyat menjadi bagian penting dari gagasan yang ditawarkan. Ekonomi berbasis masyarakat dan koperasi mendapat perhatian, termasuk pemikiran ekonomi Bung Hatta yang dipandang relevan sebagai salah satu jalan menuju kemandirian ekonomi daerah dan masyarakat.

Melalui forum tersebut, buku Reset Indonesia tidak hanya diperkenalkan sebagai sebuah karya bacaan, tetapi juga dijadikan pintu masuk untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan kegelisahan publik mengenai arah perjalanan Indonesia.

Bagi komunitas literasi, diskusi semacam ini sekaligus menegaskan bahwa taman pustaka dan ruang baca tidak berhenti pada aktivitas membaca. Ia dapat berkembang menjadi ruang bertanya, berdialog, menguji gagasan, dan ikut merawat kesadaran kritis masyarakat.


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *