BikersMu & Kampoeng Dolanan Gelar Tour de Borneo: Satukan Touring, Dakwah, dan Pelestarian Permainan Tradisional

PANGKALAN BUN , PULANGPISAUMU.COM – Perjalanan budaya dan dakwah dilakukan oleh komunitas BikersMu bersama Kampoeng Dolanan melalui kegiatan bertajuk Tour de Borneo – With Traditional Games yang berlangsung sejak 30 November hingga 7 Desember 2025. Touring ini menyusuri enam kota di Kalimantan dengan membawa misi mengenalkan kembali permainan tradisional serta memperkuat jaringan silaturahmi di jalur darat.

Rombongan memulai perjalanan dari Surabaya, kemudian menyeberang menggunakan kapal laut menuju Pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun. Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan melalui rute darat menuju Sampit, Palangka Raya, Pulang Pisau, hingga Banjarmasin sebagai kota penutup. Kegiatan ini dipimpin oleh Mas Tris, Pengurus PP BikersMu, dan Cak Mus, Founder Kampoeng Dolanan, yang turut membawa serta istri dan anaknya dalam perjalanan.

Tour de Borneo menjadi menarik karena menggabungkan dua gerakan sekaligus. BikersMu, sebagai komunitas otomotif Muhammadiyah, menjadikan touring sebagai sarana dakwah, memperluas silaturahmi, dan mendorong kegiatan sosial di masyarakat. Sementara Kampoeng Dolanan membawa semangat pelestarian budaya melalui permainan tradisional yang selama ini diyakini mampu menumbuhkan karakter, mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai, serta menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dalam permainan anak Nusantara.

Mas Tris menjelaskan, perjalanan ini bukan sekadar touring jarak jauh, tetapi membawa misi penting untuk menghadirkan kembali permainan tradisional di tengah masyarakat. Ia juga memohon doa dan dukungan agar perjalanan dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi banyak pihak.

“Mohon support dan doanya dalam perjalanan kami ke Kalimantan dengan misi mengenalkan permainan tradisional sebagai pelestarian budaya Nusantara. Tidak lebih dari satu pekan, enam kota akan kami datangi mulai dari Kumai, Pangkalan Bun, Sampit, Palangka Raya, Pulang Pisau, dan Banjarmasin,” ujarnya.

Kegiatan Hari pertama di SDIT Cendekia , Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Doc Tris)

Rangkaian kegiatan pertama dilaksanakan di SDIT Cendekia dan TKIT Cendekia Kumai – Pangkalan Bun. Para siswa terlihat sangat antusias mempelajari berbagai permainan tradisional yang sebagian besar belum pernah mereka lihat maupun coba. Respons tersebut membuat tim semakin bersemangat menjalankan misi budaya sepanjang rute Tour de Borneo.

“Hari pertama di Kumai – Pangkalan Bun, siswa-siswi sangat responsif. Banyak yang belum pernah tahu permainan tradisional. Kalau kita tidak mengajarkan kepada mereka, mereka tidak akan pernah tahu permainan-permainan ini,” ungkap Mas Tris.

Saat ini,  rombongan Tour de Borneo masih dalam perjalanan menuju Sampit untuk melanjutkan agenda edukasi budaya dan silaturahmi ke kota-kota berikutnya. Perjalanan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kecintaan terhadap dolanan Nusantara dan menyebarkan semangat dakwah yang ramah, membumi, dan berkemajuan melalui aktivitas touring yang bermanfaat bagi masyarakat

Tour de Borneo menjadi wujud kolaborasi antara kecintaan pada budaya dan kegemaran berkendara. Melalui perjalanan ini, BikersMu dan Kampoeng Dolanan ingin memastikan ditengah derasnya arus digital,  bahwa permainan tradisional tidak hanya dikenang, tetapi tetap hidup, dimainkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Perjalanan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Indonesia untuk terus menjaga warisan budaya Nusantara dan memperkuat silaturahmi dan  nilai-nilai sosial melalui kegiatan yang kreatif dan membumi.


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *