PP Nasyiatul Aisyiyah Keluarkan Pernyataan Sikap terkait Ancaman Pembunuhan Warga Muhammadiyah
Pernyataan Sikap PP Nasyiatul Aisyiyah Tentang Ujaran Kebencian dan Ancaman Pembunuhan Warga Muhammadiyah
YOGYAKARTA, PULANGPISAUMU.COM – Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah mengeluarkan Pernyataan Sikap sebagai tanggapan terhadap tindakan Saudara Thomas Djamaludin (TD) dan Saudara Andi Pangerang Hasanudin (APH), yang disebut-sebut telah melakukan ujaran kebencian dalam menyikapi perbedaan, terutama dalam hal keagamaan. (25/04/2023)
Dalam pernyataan sikap tersebut, PP Nasyiatul Aisyiyah menegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat, namun hak tersebut tidak dapat digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian, karena ujaran kebencian merupakan masalah serius yang dapat memicu konflik, merusak hubungan sosial serta kesejahteraan masyarakat.
Berikut empat poin pernyataan sikap PP Nasyiatul Aisyiyah terkait ujaran kebencian dan ancaman pembunuhan warga Muhammadiyah :
Pertama, Mengecam tindakan Saudara APH dan Saudara TD dalam menyikapi perbedaan terutama dalam hal-hal keagamaan. Perbuatan tersebut sangat disayangkan karena sebagai seorang intelektual dan berada pada sebuah badan penelitian termasyur di Indonesia mestinya persoalan yang dikemukakan dapat dibicarakan dan didiskusikan dalam forum-forum intelektual yang sesuai dengan bidangnya.
Kedua, PPNA Mengapresiasi langkah BRIN secara kelembagaan yang segera merespon tindakan civitasnya dengan melakukan sidang etik Majelis Hukum dan Disiplin ASN besok Pagi (Rabu, 26/04/2023). Dengan ini pula, Nasyiatul Aisyiyah mendesak agar sidang etik tidak hanya diberlakukan untuk Saudara APH. Namun juga untuk Saudara TD, yang menjadi pemicu munculnya ujaran kebencian dari saudara APH untuk warga Muhammadiyah. Nasyiatul Aisyiyah juga mendesak agar sanksi final yang diberikan oleh BRIN adalah sanksi yang benar-benar dapat memberikan efek jera bagi keduanya dan dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi warga Indonesia khususnya untuk ASN.
Ketiga, meminta Polri segera memproses laporan pangaduan yang sudah dilayangkan warga Muhammadiyah ke Bareskrim Polri maupun Polda secara adil, cepat, dan tuntas, serta memberikan perlindungan kepada seluruh warga Muhammadiyah atas adanya ancaman pembunuhan yang telah disampaikan secara terbuka di media sosial.
Keempat, Mengajak segenap kader Nasyiatul Aisyiyah dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan sosial, menghargai keberagaman, serta menolak segala bentuk diskriminasi. Berpikir bijak sebelum bertindak, terutama dalam berkomentar di media sosial.
Sumber : PP Nasyiatul Aisyiyah
Editor : Bonni Febri


