JAKARTA, PULANGPISAUMU.COM — Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau mengikuti kegiatan pembekalan bantuan Komunitas penggerak literasi yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 27 – 30 Agustus 2024. Bertempat di The Sultan Hotel and Residence Jakarta.
Bersama dengan 340 komunitas penggerak literasi dari seluruh Indonesia, Taman Pustaka KHA Dahlan terpilih sebagai calon penerima bantuan untuk Komunitas Penggerak Literasi tahun 2024 setelah mengikuti pembekalan dan menandatangani Perjanjian Kerjasama.
Tujuan kegiatan pembekalan adalah memberikan pemahaman dan panduan kepada calon penerima banpem tentang tata cara pengelolaan dana bantuan yang efektif dan akuntabel.
Dalam kegiatan tersebut beberapa materi dipaparkan oleh narasumber yang ahli dibidangnya seperti perpajakan, teknis penyusunan Rencana Anggaran Biaya, pertanggungjawaban , mekanisme pelaporan, strategi bagaimana memanfaatkan bantuan agar efektif dan tepat guna, dan hal lainnya terkait banpem. Adapun Narasumber yang dihadirkan antara lain dari Badan Bahasa, Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, Direktorat Jenderal Pajak, dan Pengurus Pusat Forum TBM.
Calon penerima banpem Komunitas dan penggerak literasi mengikuti materi pembekalan oleh Badan Bahasa Kemendikbudristek (Foto:Istimewa)
Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa, Hafidz Muksin menyampaikan dalam sambutannya bahwa Banpem penggerak Literasi , dapat meningkatkan peran taman baca masyarakat dan komunitas literasi di seluruh Indonesia dalam menjalankan program literasi dan aktivitas baca-tulis di masyarakat. Ia mengatakan bahwa berdasarkan proposal yang diajukan dan anggaran yang diberikan pemerintah , Maka tiap komunitas literasi yang terseleksi menerima Rp. 50 juta Banpem Komunitas Penggerak Literasi tahun 2024 dari Badan Bahasa Kemdikbud RI.
“Banpem Komunitas Literasi 2024 ini dianggarkan pemerintah melalui Badan Bahasa. Kami tahu para pegiat literasi sudah berbuat yang terbaik untuk literasi dengan kondisi masing-masing, saya yakin dengan tidak ada anggaran saja, kalian sudah bergerak mandiri, Karena itu gunakan dana ini untuk memberi dampak positif yang lebih besar dan bermanfaat buat masyarakat. Selamat buat 340 penerima Banpem Komunitas Penggerak Literasi tahun 2024 ini” ujarnya.
Program 3 Tepat
Dalam sambutannya Kepala Badan Bahasa menegaskan bahwa program Banpem ini menerapkan 3 Tepat, yang pertama adalah Tepat Sasaran, bahwa Banpem ini harus diberikan pada komunitas yang benar-benar berhak menerimanya , kedua Tepat Aturan, dimana semua persyaratan dan seleksi diaudit oleh tim yang berkompeten. Hal ini dilakukan semata- mata demi kerjasama yang baik sehingga penguris komunitas atau TBM tidak dipersulit saat audit pada akhir program, dan terakhir Tepat Penggunaan, bahwa jangan sampai anggaran yang telah dibuat, ketika mengajukan proposal justru tidak sesuai penggunaannya dan peruntukkannya.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Perpustakaan Nasional Prof. Dr. Aminuddin Azis, memberikan arahan terkait pelaksanaan Banpem 2024. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan dana bantuan dengan penuh tanggung jawab. Sebagai simbol komitmen, dilakukan seremonial penandatanganan perjanjian kontrak dan penyerahan bantuan sebesar 50 juta rupiah kepada perwakilan peserta.
Badan Bahasa menyampaikan ada 1.344 komunitas literasi yang mendaftar Banpem literasi ini. Namun yang memenuhi kualifikasi hanya sebanyak 846 komunitas dan setelah melalui proses seleksi dan penyaringan, ada 340 komunitas penggerak literasi dari 38 provinsi di Indonesia yang berhak menerima Banpem Literasi 2024.
Harapannya, penerima manfaat banpem literasi mampu menjadi agen literasi yang memprovokasi atau meningkatkan literasi terhadap budaya baca tulis dan peradaban masyarakat di daerah masing-masing.
Ketua Taman Pustaka KHA Dahlan bersama Hafidz Muksin, Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa saat pembukaan pembekalan Komunitas Penggerak literasi di Jakarta.
Energi Baru Pegiat Literasi
Sementara itu Bonni Febrian, Ketua Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan merasa bersyukur atas terpilihnya sebagai penerima bantuan komunitas literasi. Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan siap untuk melaksanakan program-program literasi yang dapat memberikan dampak positif buat masyarakat, Diharapkan, program ini tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga memberdayakan komunitas melalui kegiatan literasi yang kontinyu.
” Terima kasih Badan Bahasa Kemdikbud RI, semoga dapat berlanjut di tahun berikutnya, Banpem ini menjadi energi baru dan stimulus bagi kami dan temen-temen pegiat literasi lainnya untuk menebar kebermanfaatan bagi warga masyarakat, terima kasih juga kepada PP Forum TBM, Balai Bahasa Kalteng dan Forum TBM Kalteng, yang selalu memberikan semangat dan motivasi kepada kami, ini adalah bukti bahwa negara hadir untuk literasi dan taman baca Masyarakat, semoga kami dan para relawan penggerak literasi bisa amanah dan konsiten dalam memanfaatkan bantuan ini dan menjadi energi baru untuk terus bergerak mengembangkan syiar dan dakwah literasi berkemajuan, khususnya di Pulang Pisau dan Kalimantan Tengah ” ujar Bonni Febrian.
Bonni mengatakan bahwa Taman Pustaka KHA Dahlan telah mendaftarkan dan mengikuti proses seleksi administrasi bantuan komunitas literasi sejak Bulan April 2024, kemudian berdasarkan hasil seleksi administrasi dan penilaian proposal, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, menetapkan calon penerima Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Penggerak Literasi Tahun 2024 yang tercantum dalam Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nomor 0422/I/BS.01.00/2024 tanggal 6 Agustus 2024.
Penyerahan bantuan diberikan secara simbolis oleh Plt. Kepala Perpustakaan Nasional Prof. E, Aminudin Aziz kepada 5 orang perwakilan dari komunitas litetasi dan Taman Baca Masyarakat.
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung pengembangan literasi dan budaya baca di seluruh Indonesia , dan melalui bantuan ini, seluruh komunitas literasi di Indonesia dapat semakin maju dan berperan aktif dalam meningkatkan literasi budaya baca tulis, dan kecintaaan pada buku di masyarakat. (Bon)