Balai Bahasa Kalteng Gelar Lokakarya Cerita Anak Berbahasa Daerah, Enam Pegiat Forum TBM Kalteng Lolos Seleksi

Balai Bahasa Kalteng Gelar Lokakarya Cerita Anak Berbahasa Daerah, Enam Pegiat FTBM Kalteng Lolos Seleksi

PALANGKA RAYA PULANGPISAUMU.COM – Dalam upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah kembali menyelenggarakan Lokakarya Penulisan Cerita Anak Berbahasa Daerah Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni secara daring pada 14–16 Mei dan secara luring pada 21–24 Mei 2025.

Lokakarya daring menghadirkan narasumber nasional seperti Renny Yaniar dan Ali Muakhir yang memberikan materi mengenai teknik penulisan dan perjenjangan buku cerita anak. Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Dr. Sukardi Gau, M.Hum., turut hadir membuka dan menutup kegiatan, sekaligus menyampaikan kebijakan strategis pelestarian bahasa daerah.

Pada tahap luring, peserta mengikuti sesi intensif berupa diskusi naskah bersama Tim KKLP Penerjemahan serta sesi penilaian naskah yang dipandu oleh Sistya Devi Apriliani dari Pusat Perbukuan. Kegiatan ini dirancang agar para peserta mampu menghasilkan karya cerita anak yang tidak hanya menarik secara naratif, tetapi juga sarat nilai budaya dan memperkuat peran bahasa daerah sebagai alat edukasi sejak dini.

Foto : Istimewa

Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Wilayah Kalimantan Tengah, Yusy Marie, menyambut antusias pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyampaikan kebanggaannya karena sejumlah pegiat literasi dari Forum TBM Kalteng berhasil lolos seleksi.  Naskah diumumkan pada tanggal 29 April 2025 yang lalu, dan berkesempatan mengikuti lokakarya.

“Sebagai pegiat literasi, mereka tidak hanya mendorong praktik literasi kepada orang lain, tapi juga menjadi pelaku dan pembuat bahan bacaan. Ini contoh nyata bagaimana penggerak literasi menjadi bagian dari solusi,” ungkap Yusy Marie.

Ia juga menambahkan bahwa partisipasi penulis tahun ini sangat beragam, dari kalangan mahasiswa hingga lansia, dengan dominasi peserta perempuan. Namun, proses seleksi tahun ini lebih ketat dibanding sebelumnya. Dari total 70 naskah yang masuk dari 60 peserta, hanya beberapa yang benar-benar akan dipilih untuk diterbitkan sebagai buku cerita anak berbahasa daerah.

Adapun tujuh anggota Forum TBM Kalimantan Tengah yang berhasil lolos sebagai peserta lokakarya penulisan cerita anak berbahasa daerah tahun ini adalah:

  1. Yusie Marie (Rumah Baca Bahijau-Palangka Raya)
  2. Norsin Kurniawati / Uchin (Kampung Dongeng Seruyan)
  3. Siswanto (TBM Ar-Rauf Gunung Mas)
  4. Nur Hidayanti (Komunitas Insan Harati – Barito Selatan)
  5. Qanita (Huma Literasi Palangka Raya)
  6. Yulia Tanti Nova (Komunitas Pelita ABK Seruyan)

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak karya-karya bermutu lahir dari para pegiat literasi Kalimantan Tengah yang mampu menghidupkan kembali bahasa daerah melalui dunia anak-anak.


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *