Buku “Luwesitas IMM” : Inspirasi Membangun Masa Depan IMM Pulang Pisau
PULANGPISAUMU.COM – Fathan Faris Saputro, seorang kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) asal Lamongan, Jawa Timur telah menerbitkan buku berjudul “Luwesitas IMM”.
Sebuah buku yang mengulas peran IMM dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin kompleks, dengan fokus utama pada pengembangan kader yang luwes, adaptif, dan berintegritas.
Penulis langsung mengirimkan Buku tersebut ke Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Bonni Febrian, Ketua Majelis Pustaka Dan Informasi (MPI) PDM Pulang Pisau mengapresiasi terbitnya buku ini . Semoga Buku ini dapat menginspirasi dan memotivasi temen-temen IMM Pulang Pisau untuk mengembangkan diri dan menjadi kader yang reponsif, penuh aksi dan gagasan untuk kemajuan bersama.
“Alhamdulillah, setelah kita berkomunikasi dengan Mas Faris sang penulisnya, beliau langsung mengirimkan bukunya ke Pulang Pisau, dan InsyaAllah akan menambah koleksi Bacaan di Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan” terangnya
Menurut Bonni, temen-temen IMM di Pulang Pisau , selama ini cukup konsisten dalam gerakannya, apalagi saat ini sedang hangat-hangatnya setelah masa Darul Arqam Dasar kemarin, dan mengaktifkan kembali kegiatan di Komisariat, “InsyaAllah juga MPI siap berkolaborasi dengan IMM, khususnya untuk gerakan-gerakan literasi yang mengasah nalar dan intelektual” ucapnya.

Sementara itu , Sekretaris PC IMM Pulang Pisau Nurul Iftiasanti menjadi pembaca pertama kali untuk buku “luwesitas IMM”. Ia meminjam dari koleksi yang ada di Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan.
Nurul menyambut baik terbitnya buku “Luwesitas IMM” , dan setelah membaca buku ini ia berharap IMM Pulang Pisau bisa berkembang jauh lebih baik menjadi kader-kader yang luwes dan siap melalui banyaknya tantangan , dengan selalu berupaya mengembangkan kepemimpinan, memperkuat kader yang ada, berinovasi, dan siap mengambil tanggung jawab dalam setiap keputusan organisasi.
“Semoga IMM Pulang Pisau bisa memperkuat jaringan dan relasi didalam lingkup Muhammadiyah maupun di luar Muhammadiyah , entah itu lembaga pemerintahan, organisasi masyarakat maupun institusi” katanya.
Nurul menambahkan didalam buku ini pun penulisnya juga menyoroti penggunaan teknologi digital yang bisa dimanfaatkan di IMM, yang jelas buku ini sangat bermanfaat bagi kami IMM pulang pisau sebagai acuan untuk belajar dan menambah ilmu tentang bagaimana IMM semestinya bersikap dan bertindak dalam perkembangan zaman.
Nurul menceritakan, selama aktif berorganisasi, kendala yang sering dialami oleh IMM Pulang Pisau adalah kurangnya kader yang berpotensi memimpin IMM dan juga kehilangan kader lama, sehingga kader kesulitan berkembang dan berinovasi.
Menurutnya, solusi untuk kendala itu, sebenarnya telah terjawab didalam buku itu, yaitu memperkuat IMM melalui pengembangan sistem kepemimpinan yang adaptif dan responsif, memperkuat pelatihan kepemimpinan, mentoring dan pengembangan kompetensi serta memberikan kesempatan kepada setiap kader untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, “Sekarang tinggal kita yang siap atau tidak untuk menjalankannya, Semoga bisa ” imbuhnya.

