Dari Pemandian hingga Pengkafanan, Kader Muhammadiyah Antusias Ikuti Pelatihan Jenazah

Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah Muhammadiyah Berlangsung Hidup, Peserta Antusias Ikuti Praktik Sesuai HPT

PULANG PISAU, PULANGPISAUMU.COM – Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah yang diselenggarakan oleh MPKU PDM Pulang Pisau berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Setelah pemaparan materi dasar fiqih penyelenggaraan jenazah,  sesi praktik menjadi momen yang paling ditunggu para peserta. Dipandu oleh Drs. Khairil Anwar, praktik penyelenggaraan jenazah sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) berjalan tertib dan mudah dipahami.

Peserta terlihat serius memperhatikan setiap langkah, mulai dari tata cara memandikan jenazah, adab saat menangani mayat, hingga praktik mengkafani yang dilakukan secara langsung. Banyak pertanyaan muncul, menandakan tingginya minat peserta untuk memahami tuntunan syar’i dengan tepat. Drs. Khairil Anwar menjelaskan dengan runtun dan sangat jelas, sehingga suasana belajar menjadi hidup dan interaktif.

Praktek Penyelenggaraan Jenazah khusus wanita (Doc.mpi)

Memasuki sesi khusus penyelenggaraan jenazah wanita yang dipandu Ustadzah Fitriah, S.Ag, antusiasme tidak berkurang sedikit pun. Para peserta khususnya ibu-ibu  ‘Aisyiyah dan Nasyiatul  ‘Aisyiyah banyak mengajukan pertanyaan terkait teknis pemandian jenazah perempuan, batasan aurat, hingga cara pengkafanan yang benar sesuai tuntunan. Peserta bahkan ikut mempraktikkan langsung langkah-langkah pemandian dan pengkafanan jenazah wanita, menjadikan sesi ini sangat aplikatif dan memperkuat pemahaman mereka.

Salah satu peserta, Mariyadi dari PCM Maliku, mengungkapkan apresiasinya terhadap pelatihan ini.

“Alhamdulillah, hari ini kami mengikuti pelatihan fardu kifayah, khususnya pengelolaan jenazah. Kami dari PCM Maliku sangat berterima kasih atas penyelenggaraan kegiatan ini. Harapannya, ilmu yang kami dapat bisa ditularkan dan diimbaskan ke daerah lain, khususnya di wilayah PDM Pulang Pisau. Semoga ke depan semua peserta dapat berkontribusi dalam penyelenggaraan jenazah di tempat masing-masing. Kami juga berharap pelatihan seperti ini bisa diadakan di daerah lain, sehingga masyarakat di pedesaan memiliki kemampuan menangani jenazah baik laki-laki maupun perempuan,” ujarnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat pelayanan umat di lingkungan Muhammadiyah, sekaligus memastikan kesiapsiagaan kader dalam memberikan layanan penyelenggaraan jenazah sesuai tuntunan syariat dan standar HPT.


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *