Ketua DPD IMM Kalteng Ajak Kader IMM Bertahan dan Hadirkan Aksi Nyata

PULANG PISAU, PULANGPISAUMU.COM  — Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Tengah, Aris Pratama Gunawan, menyampaikan sejumlah pesan kepada kader dalam pembukaan Darul Arqam Dasar (DAD) PC IMM Pulang Pisau (19/9/2026)

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Kelas Pulang Pisau tersebut mengusung tema “Optimalisasi Peran Kader dalam Menjawab Tantangan Zaman” dan berlangsung pada 18–20 September 2026.

Dalam sambutannya, Aris mengingatkan peserta DAD agar tidak mudah meninggalkan proses ketika menghadapi dinamika dalam organisasi. Menurutnya, proses kaderisasi membutuhkan keteguhan, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar.

Mengutip pesan Jenderal Soedirman yang ia kaitkan dengan perjalanan kader Muhammadiyah, Aris menekankan pentingnya keteguhan dalam menjalani proses. Menurutnya, menjadi kader Muhammadiyah bukan berarti selalu berada dalam situasi yang mudah, tetapi membutuhkan keberanian untuk menghadapi tantangan dan bertahan dalam proses perjuangan.

“Menjadi kader Muhammadiyah itu berat. Jika ragu dan bimbang, lebih baik lawan dan bertahan,” ujarnya.

Aris mengatakan, IMM dapat menjadi ruang belajar bagi mahasiswa sebelum mereka terjun lebih luas ke masyarakat. Menurutnya, perbedaan karakter dan pemikiran yang ditemui selama berorganisasi merupakan bagian dari proses mempersiapkan diri menghadapi kehidupan bermasyarakat.

Ia mengibaratkan IMM seperti kolam renang tempat seseorang belajar berenang sebelum terjun ke laut. Di dalam organisasi, mahasiswa dapat belajar memahami perbedaan, berkomunikasi, bekerja sama, sekaligus mengasah kemampuan menghadapi berbagai persoalan.

“Belajarlah di IMM. Saya kira IMM adalah organisasi yang tepat bagi kawan-kawan mahasiswa untuk menjadikan IMM ini sebagai dunia kecil teman-teman hidup bermasyarakat,” katanya.

Dorong Aksi Nyata Hadapi Karhutla

Selain berbicara mengenai kaderisasi, Aris juga menyoroti kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Ia mengajak mahasiswa tidak hanya memberikan kritik atau menyalahkan pihak tertentu, tetapi ikut mengambil bagian melalui aksi nyata dan kolaborasi.

“Sudah tidak saatnya lagi kita berusaha menyalahkan, tetapi saatnya kita butuh kolaborasi,” ujarnya.

Aris mendorong kader IMM untuk memulai kontribusi dari hal-hal sederhana, termasuk menjaga kesehatan dan menggunakan masker di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Ia juga menyampaikan rencana DPD IMM Kalimantan Tengah untuk turut membantu masyarakat terdampak karhutla melalui pembagian masker, multivitamin, air bersih,  serta dukungan logistik bagi relawan.

Menurutnya, kontribusi tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk hadir di tengah persoalan masyarakat.

Buka Ruang Kolaborasi

Aris juga menyampaikan keterbukaan DPD IMM Kalimantan Tengah untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk DPRD Kabupaten Pulang Pisau dan unsur masyarakat lainnya.

Ia berharap IMM di Pulang Pisau dapat terus berkembang dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.

“Dari IMM Kalteng, kami membuka pintu kolaborasi. Mohon dibimbing juga teman-teman IMM,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa proses DAD hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan pengaderan, tetapi menjadi bagian dari proses mempersiapkan kader agar mampu belajar, bertahan, berkolaborasi, dan mengambil peran di tengah masyarakat.


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *