Lestarikan Olahraga Tradisional, Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai

PULANGPISAUMU.COM – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMPS PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah menyelenggarakan festival dolanan anak di Pasar Blumbang, kalurahan Wirokerten, Bantul, Yogyakarta. Dalam kegiatan acara ini, PPK Ormawa HMPS PGSD bekerjasama dengan kalurahan Wirokerten dan didukung penuh oleh Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) PP Muhammadiyah. Mereka menyelenggarakan berbagai perlombaan dan menyajikan berbagai aneka ragam jualan makanan jadul. Perlombaan dolanan anak adalah usaha untuk melestarikan olahraga tradisional yang sekaligus olahraga masyarakat. Juga untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai.

Berbagai jenis perlombaan yang diadakan baik untuk anak Sekolah Dasar (SD) dan untuk umum, tak lain yaitu lomba kelereng, mewarnai, lompat tali. Berbagai keseruan yang terpancar dari peserta lomba dolanan anak yang diadakan di kalurahan Wirokerten, Bantul, Yogyakarta.
Ririn, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), mengungkapkan bahwa alasan ia mengikuti lomba kelereng ini adalah dia ingin merasakan kembali kenangan-kenangan ketika masa kecilnya. “Ketika aku mengikuti lomba ini, aku merasakan kembali ke masa lalu. karena sudah lama tidak bermain permainan kelereng ini. disini aku bersama teman-teman UNY, sekitar 30 orang dengan 10 tim,” ungkapnya. Selain dari UNY, ada berbagai mahasiswa dari kampus lain, di Yogyakarta turut serta dalam lomba dolanan anak ini.

Selain jenis perlombaan, adapun berbagai jenis makanan dan minuman jadul, hingga karya seni dari hasil tangan masyarakat. Dimulai dari adanya tiwul, soto batok, hingga kain ecoprint. Berlokasi di Pasar Blumbang, tempat yang dengan “sengaja” dibuat sebagai wadah dengan tujuan untuk mengumpulkan potensi UMKM yang ada di kalurahan Wirokerten.

Rahmawati Wijayaningrum, Kepala kalurahan Wirokerten, menjelaskan bahwa adanya pasar blumbang ini dengan maksud sebagai tempat wisata buatan dengan tujuan untuk mengumpulkan potensi UMKM. “Memang dibuat dengan tujuan sebagai wadah berkumpul. karena banyak sekali potensi dari makanan, seni, hingga budaya yang ada pada masyarakat. Harapannya dengan adanya acara lomba dolanan anak ini, dapat menampilkan berbagai jenis karya seni dan mengundang orang-orang untuk datang kesini,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari LPO Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kedepannya dapat terus mengadakan acara yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan dapat meningkatnya minat orang-orang untuk hadir dan ikut serta. LPO Muhammadiyah akan terus mendukung kegiatan dengan berorientasi pada kemajuan olahraga dan acara tersebut kedepannya. (RMS)


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *