MAARIF Institute: Evakuasi Warga Gaza Harus Dibarengi Komitmen Tegas Melawan Penjajahan

JAKARTA, PULANGPISAUMU.COM —
MAARIF Institute for Culture and Humanity menyampaikan apresiasi sekaligus kritik konstruktif terhadap rencana Presiden Prabowo yang akan mengevakuasi 1.000 warga Gaza ke Indonesia. Dalam siaran pers yang dirilis pada Jumat (11/4), MAARIF Institute menilai bahwa rencana evakuasi tersebut berisiko mengaburkan posisi Indonesia dalam perjuangan membela kemerdekaan Palestina.

“Bantuan evakuasi yang tidak disertai strategi pembebasan justru dapat menjadi legitimasi atas dominasi imperialis atas Palestina,” ungkap Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo.

Pihaknya menyoroti potensi politisasi bantuan kemanusiaan akibat tekanan politik dan ekonomi dari negara adidaya, terutama Amerika Serikat. Indonesia, menurut MAARIF Institute, harus berhati-hati agar tidak terseret dalam agenda yang secara tidak langsung mendukung okupasi Israel.

MAARIF Institute juga menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia yang sejak awal berdiri mendukung kemerdekaan Palestina. Kebijakan evakuasi mendadak, jika tidak disertai kajian yang matang dan transparan, dinilai dapat merusak posisi strategis Indonesia dalam diplomasi internasional serta memunculkan kegaduhan domestik.

Tak kalah penting, MAARIF Institute memperingatkan adanya risiko jangka panjang jika pengosongan Gaza terus terjadi. “Evakuasi tanpa kejelasan rencana repatriasi justru bisa dimanfaatkan oleh Israel untuk memperkuat cengkeraman atas wilayah Gaza,” ujar Andar.

Secara teknis, Indonesia dinilai belum menunjukkan kesiapan penuh menghadapi tantangan yang akan muncul dari kebijakan ini, baik dari sisi pelayanan kesehatan, pendidikan, maupun dukungan psikososial terhadap pengungsi Gaza. Belum ada asesmen terbuka maupun peta jalan penanganan jangka panjang terhadap pengungsi tersebut.

Dalam kerangka nilai Islam Progresif-Moderat, MAARIF Institute juga menegaskan bahwa langkah kemanusiaan harus dibarengi dengan prinsip keadilan dan perlindungan terhadap hak warga Palestina untuk kembali ke tanah air mereka. “Evakuasi harus dilakukan tanpa mengaburkan hak atas kemerdekaan dan tanah air yang sah,” imbuhnya.

Tiga poin sikap utama yang disampaikan MAARIF Institute antara lain:

  1. Pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka maksud, tujuan, serta kesiapan menghadapi dampak jangka panjang evakuasi warga Gaza.
  2. Konsistensi posisi politik luar negeri Indonesia harus dijaga, tanpa tunduk pada tekanan asing.
  3. Indonesia harus tampil sebagai pemimpin solidaritas global untuk membela kemerdekaan Palestina secara nyata dan strategis.

MAARIF Institute menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan nilai-nilai keadilan, anti-penjajahan, dan kemanusiaan universal di level nasional maupun global.

 


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *