Membangun Kerjasama Lintas Iman : Kisah Inspiratif Kader IMM Pulang Pisau Di Program MY-ILP 2025
PULANGPISAUMU.COM – Keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga dengan semangat inklusi dan kerja sama. Hal inilah yang menjadi salah satu fokus utama Muhammadiyah Youth Interfaith Leadership Program (MYILP), sebuah program yang bertujuan untuk membentuk kepemimpinan lintas agama dengan nilai-nilai toleransi dan keberagaman.
Salah satu peserta program ini, Anastasia Lisa, mahasiswa Ilmu Administrasi Publik,Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) kampus 3 Pulang Pissu membagikan kesan dan pengalamannya setelah mengikuti kegiatan ini.
Dalam kesannya, Anastasia menegaskan bahwa kegiatan ini semakin menguatkan keyakinannya bahwa Muhammadiyah adalah lembaga yang sangat inklusif dan benar-benar berkomitmen dalam membangun bangsa. Komitmen ini tidak hanya dalam bentuk wacana, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Melalui kegiatan ini, saya semakin percaya bahwa Muhammadiyah adalah lembaga yang sangat inklusif dan benar-benar berkomitmen dalam membangun bangsa, tidak hanya dalam bentuk wacana tapi dalam tindakan yang nyata,” ungkapnya.
Selain itu, program ini juga membantunya untuk lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain dari berbagai suku, agama, dan latar belakang yang berbeda. Hal ini semakin membuka pemahamannya akan pentingnya toleransi dan kerja sama antarumat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
Pesan dan Harapan
Melihat manfaat besar yang diperoleh dari program ini, Anastasia berharap MYILP dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak orang yang bisa merasakan dampak positifnya.
“Saya berharap bahwa program ini dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga lebih banyak orang yang dapat merasakan manfaatnya. Saya juga berharap bahwa saya dan para peserta lainnya dapat terus menjalankan Rencana Tindak Lanjut Muhammadiyah Youth Interfaith Leadership Program (MYILP) yang telah kami dapatkan dari kegiatan ini,” ujarnya.
Sebagai bagian dari generasi muda yang ingin berkontribusi bagi bangsa, ia juga berkomitmen untuk terus mengaplikasikan nilai-nilai yang telah ia pelajari selama program berlangsung.
“Semoga saya dapat menjadi bagian dari perubahan positif di Indonesia dan memajukan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Pengalaman Berharga yang Tak Terlupakan
Anastasia Lisa yang akrab disapa Lisa ini adalah pemeluk agama Katolik, dan juga kader IMM yang cukup aktif bergabung bersama Komisariat IMM ‘ Rosyad Shaleh’.
Bagi dia, mengikuti MYILP merupakan pengalaman yang sangat berharga dan tak terlupakan. Program ini memberinya kesempatan untuk memperluas wawasan serta mendapatkan banyak ilmu dari para narasumber dan peserta lainnya.
“Saya merasa sangat bersyukur dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diberikan oleh para narasumber dan peserta lainnya. Saya belajar banyak tentang keberagaman dan toleransi antar umat beragama,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga merasa terinspirasi oleh berbagai cerita dan pengalaman yang dibagikan oleh para alumni non-Muslim serta peserta lainnya.
“Saya merasa sangat terinspirasi dengan berbagai cerita dan pengalaman yang dibagikan oleh para alumni non-Muslim dan peserta lainnya yang juga merasakan bagaimana kontribusi Muhammadiyah bagi mereka,” ungkapnya.
Program ini juga semakin memotivasinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih berkontribusi dalam masyarakat. Menurutnya, MYILP telah membentuk kesadaran baru tentang pentingnya menjadi pemimpin yang baik, berintegritas, serta mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak.
“Saya merasa sangat terpacu untuk menjadi lebih baik dan lebih berkontribusi dalam masyarakat. Program ini telah memberikan saya kesadaran akan pentingnya menjadi pemimpin yang baik dan berintegritas, serta memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang-orang dari berbagai latar belakang,” tuturnya
Terakhir Lisa menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam program ini. Ia berharap MYILP terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam program ini. Saya berharap bahwa program ini dapat terus berlanjut dan berkembang lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.
Pengalaman yang didapat Anastasia Lisa dalam MYILP menjadi bukti bahwa Muhammadiyah terus berperan aktif dalam membangun inklusi, toleransi, dan kepemimpinan lintas agama di Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi peserta, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan yang siap membawa perubahan positif di masyarakat.
Dengan adanya program seperti MYILP, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya kerja sama dalam keberagaman serta mampu menjadi pemimpin yang berintegritas untuk masa depan Indonesia yang lebih harmonis.

Sebagaimana diketahui Universitas Muhammadiyah Palangka Raya mengirimkan tiga orang mahasiswa untuk mengikuti pelatihan MY-ILP yang digagas Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) PP Muhammadiyah. Ketiga Mahasiswa itu, Anastasia Lisa, Bobbitya Putra Wijaya dan Anggun Aprilia.
MY-ILP 2025 dirancang sebagai salah satu langkah konkret Muhammadiyah dalam membangun generasi muda yang berwawasan kebangsaan. Program ini tidak hanya menanamkan nilai-nilai kemuhammadiyahan, tetapi juga mengajarkan pentingnya kerja sama lintas iman untuk mencapai tujuan bersama.
Program MYILP sendiri berjalan selama tiga hari pada 13-15 Januari 2025. Acara ini diikuti 40 peserta lintas agama dari 18 universitas Muhammadiyah-Aisyiah di seluruh Indonesia.
Bof

