Mengintegrasikan Riset dan Realitas: Dosen Administrasi Publik UMPR Jadikan Taman Pustaka Laboratorium Literasi dan Ekonomi Publik

PULANG PISAU, PULANGPISAUMU.COM – Sabtu, 23 Mei 2026, menjadi momentum penting bagi dunia akademik di Pulang Pisau. Muhammad Irvan Yazid Azhar Pasaribu, dosen Administrasi Publik, menginisiasi kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pendampingan Literasi Ilmiah dan Pemanfaatan Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan sebagai Basis Riset Ekonomi Publik”. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan langkah strategis untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia riset yang aplikatif serta menumbuhkan budaya literasi yang kokoh.

Dosen Administrasi Publik Muhammad Irvan Yazid Azhar Pasaribu bersama pegiat literasi Bonni Febrian saat memberikan pendampingan literasi ilmiah kepada mahasiswa di Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan, Pulang Pisau (Foto : Istimewa)

Sebanyak 24 mahasiswa Program Studi Administrasi Publik terlibat aktif dalam kegiatan ini. Dalam perannya sebagai fasilitator dan moderator, Irvan mengajak mahasiswa membongkar paradigma lama tentang dunia kampus. Ia menyampaikan pesan yang menggugah saat membuka diskusi,

“Pernahkah teman-teman merasa kuliah itu hanya tentang mengejar nilai? Hari ini saya ingin kita melampaui itu. Taman pustaka ini bukan sekadar tempat buku, tapi ruang tempat ide bertemu dengan realitas sosial.”

Sebagai mitra strategis, Irvan menghadirkan Bonni Febrian, seorang penggiat literasi dan motor penggerak Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan. Kehadiran Bonni memberikan wawasan berharga mengenai pentingnya literasi ilmiah sebagai fondasi bagi mahasiswa. Bonni menekankan bahwa literasi adalah kemampuan dasar untuk memahami informasi yang sangat krusial dalam mendukung proses riset yang tajam di bidang ekonomi dan administrasi publik. Kolaborasi ini mempertegas bahwa keberhasilan sebuah riset sangat bergantung pada kualitas literasi peneliti.

Lebih lanjut, Irvan menegaskan bahwa literasi adalah senjata utama untuk melakukan riset ekonomi publik yang berdampak. Dengan membawa mahasiswa langsung ke taman pustaka, ia ingin membuktikan bahwa riset yang berkualitas tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi dari keterlibatan langsung dengan masyarakat. Sinergi antara keilmuan ekonomi publik yang ia bawakan dan pendampingan literasi dari Bonni Febrian diharapkan mampu mencetak mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka terhadap denyut nadi permasalahan sosial di sekitarnya.(IY/BF)


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *