MPI PP Muhammadiyah dan Serikat Taman Pustaka Bedah Buku Literasi Daerah, Soroti Minimnya Anggaran Perpustakaan

YOGYAKARTA, Pulangpisaumu.com –Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Serikat Taman Pustaka menggelar kegiatan Apresiasi dan Diskusi Buku bertajuk “Literasi di Daerah: Realitas dan Strategi Kebijakan Perpustakaan Daerah”, Kamis (12/2/2026), di Aula Gedung PP Muhammadiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan 103 Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gerakan literasi, khususnya dalam merespons berbagai tantangan penguatan perpustakaan dan budaya baca di daerah. Buku yang dibedah menyoroti realitas literasi di berbagai wilayah serta menawarkan strategi kebijakan yang dapat ditempuh untuk memperkuat peran perpustakaan daerah.

Buku karya Moh Ilham A. Hamudy bersama empat koleganya itu menyoroti belum optimalnya program penguatan literasi yang sejatinya menjadi tugas dan fungsi Perpustakaan Daerah. Salah satu faktor utamanya adalah keterbatasan anggaran. Perencanaan dana untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dinilai stagnan dari tahun ke tahun, bahkan cenderung menurun seiring kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Ilham yang juga peneliti di Kementerian Dalam Negeri itu tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menawarkan solusi realistis. Ia mendorong agar amanat alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN maupun APBD benar-benar diperjuangkan. Menurutnya, jika sebagian kecil saja dari porsi tersebut difokuskan untuk penguatan literasi, dampaknya akan terasa signifikan di daerah.

“Buku ini tentu tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan literasi di daerah. Namun jika mampu memberi kontribusi perbaikan meski sebagian, itu sudah sangat baik,” ujarnya dalam forum diskusi.

Ketua Serikat Taman Pustaka, David Efendi, menyebut buku yang ditulis selama empat tahun itu sebagai karya yang jujur dalam memotret realitas dunia literasi Indonesia. Ia menggambarkan bahwa saat ini literasi sedang menghadapi fase yang tidak mudah.

“Kondisi literasi kita harus segera diperbaiki. Untuk menghidupkannya, kita tidak perlu membangun gedung-gedung megah, tetapi cukup menghadirkan ruang-ruang sederhana yang bermakna dan dekat dengan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Forum Taman Baca Masyarakat (TBM), Heni Wardatur Rahmah, menilai buku tersebut mewakili suara hati para pegiat literasi di daerah yang setiap hari bergulat dengan berbagai keterbatasan. Ia mengibaratkan isi buku itu seperti ungkapan “patah hati” para aktivis literasi di akar rumput.

Namun demikian, Heni mengajak seluruh elemen untuk tidak larut dalam keprihatinan. Ia mendorong kolaborasi lintas sektor serta perubahan pendekatan agar gerakan literasi mampu beradaptasi dengan tantangan politik, ekonomi, dan perubahan budaya baca masyarakat.

Kegiatan Apresiasi dan Diskusi Buku bertajuk “Literasi di Daerah: Realitas dan Strategi Kebijakan Perpustakaan Daerah (Foto : Istimewa)

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, MPI PP Muhammadiyah bersama Serikat Taman Pustaka Muhammadiyah juga meluncurkan Gerakan Hibah Buku Nasional 2026. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat literasi di daerah serta menjaga semangat komunitas literasi agar tetap tumbuh dan menyala.


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *