Peserta ToT Read Aloud 2025 Rasakan Manfaat Nyata Pelatihan Membaca Nyaring

PALANGKA RAYA, PULANGPISAUMU.COM Dua hari mengikuti Training of Trainers (ToT) Read Aloud 2025 menjadi pengalaman berharga bagi para pegiat literasi di Kalimantan Tengah.
Kegiatan hasil kolaborasi Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Kalimantan Tengah dan Read Aloud Kalimantan Tengah ini bukan sekadar pelatihan, melainkan ruang belajar yang menghidupkan kembali semangat membaca nyaring di tengah tantangan era digital. Pelatihan ini  tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menerapkan metode membaca nyaring.

Bagi Ros Ermawati , salah satu peserta dari Forum Literasi Kotawaringin Timur,
Read Aloud berbeda dengan bercerita ataupun mendongeng,  read aloud bukan hanya sekadar membaca teks dengan suara keras, melainkan sebuah seni yang dapat membangkitkan minat baca, meningkatkan pemahaman konten, dan membangun hubungan emosional antara pembaca dan pendengar khusunya anak-anak.

Ia menilai metode pelatihan yang digunakan sangat interaktif dan praktis. Materi tentang teknik membaca dengan ekspresi, intonasi yang tepat, serta cara menarik perhatian pendengar disampaikan secara mudah dipahami. Sesi praktik langsung bersama narasumber dan peserta lain juga memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam lewat umpan balik yang konstruktif.

“Semoga ilmu yang saya dapat dua hari ini,  dapat segera saya terapkan di komunitas dan kegiatan pembelajaran, dan kami juga mohon agar pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan” ujarnya.

Sri Winarti , salah satu peserta TOT Read Aloud dari Komunitas Malawen Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Doc.Forumtbm)

 

Semangat serupa juga dirasakan Sri Winarti ,  peserta dari Komunitas Malawen, Buntok, Kabupaten Barito Selatan. Datang dengan rasa ingin belajar dan memperkaya wawasan, ia pulang membawa kepercayaan diri baru.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, saya merasa lebih siap membuat kegiatan membaca di kelas menjadi lebih menarik dan interaktif. Ilmunya akan saya bagikan kepada rekan-rekan dan anak murid saya,” ungkapnya.

Bagi para peserta, ToT Read Aloud 2025 bukan hanya tentang teknik membaca, tetapi tentang keberanian untuk memulai. Memulai dari rumah, dari kelas, dari taman baca, lalu menularkannya ke lingkungan sekitar.

Melalui kolaborasi Forum TBM Kalimantan Tengah dan Read Aloud Kalimantan Tengah, ToT Read Aloud 2025 diharapkan mampu memperluas praktik membaca nyaring di lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas, sekaligus memperkuat gerakan literasi yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah.


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *