PWM Kalimantan Tengah sampaikan pandangan dan Tanggapan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48
SURAKARTA, PULANGPISAUMU.COM – Muktamar Ke-48 Muhammadiyah Aisyiyah digelar secara hybrid yang berpusat di Gedung Djasman Al Kindi Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan diikuti oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia secara daring Sabtu (5/11/2022) .
Muktamar ke-48 ini diadakan secara daring pada hari ini dan akan diselenggarakan secara luring pada 19-20 November di Surakarta.
Muktamar dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir.
Empat agenda sidang pleno 1 Muktamar membahas laporan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, penyusunan program Muhammadiyah periode 2022-2027, Risalah Islam Berkemajuan bagi Muhammadiyah, dan Risalah Perempuan Berkemajuan bagi Aisyiyah, serta isu strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta.
Awalnya PP Muhammadiyah menyampaikan laporan pertanggunganjawaban umum yang disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah , Prof. Dr. Abdul Mu’ti serta penyampaian Laporan keuangan yang disampaikan oleh Bendahara PP Muhammadiyah, Marpuji Ali. Agenda selanjutnya adalah pandangan dan tanggapan dari PP Aisyiyah, Pimpinan Pusat Ortom dan PWM-PWM di seluruh Indonesia secara bergiliran.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti Sidang pleno 1 di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Palangka Raya. Sidang juga diikuti secara daring oleh PDM-PDM yang tersebar di 13 titik lokasi Kabupaten di Kalimantan Tengah.
Hadir dalam sidang pleno 1 di Pusat Dakwah Muhammadiyah Palangka Raya seluruh unsur PWM Kalteng, dan perwakilam Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalteng sebagai peninjau.
Pandangan dan Tanggapan
Ketua PWM Kalteng , Prof Dr. Ahmad Sya’i , M.Pd menyampaikan langsung pandangam dan tanggapan atas Laporan PP Muhammadiyah.
Ada enam poin pandangan dan tanggapan PWM Kalteng kepada PP Muhammadiyah.
Ahmad Syar’i menyampaikan kepada PP Muhammadiyah yang pertama perlu adanya penyempurnan dan penyesuaian Pedoman PTM dan AUMKES/RS yang memberikan peran dan wewenang lebih kepada PWM atau PDM yang mendirikan AUM tersebut agar dapat melakukan pengawasan/pemeriksaan lebih intensif tanpa dibatasi oleh Pedoman. Kedua PWM Kalteng mendukung perubahan Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah dan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik menjadi Majelis agar memperkuat gerakan. Ketiga meminta kepada PP Muhammadiyah untuk menyikapi adanya legitimasi terhadap faham keagamaan kelompok lain oleh pemerintah. Seolah olah hanya kelompok tersebut yang mewarnai bangsa serta ketika pelaksanaan peringatan suatu hari nasional dan kenegaraan lebih menunjukkan legitimasi kelompok tersebut. Keempat Terkait pesta demokrasi pada tahun 2024 nanti, Indonesia sebagai negara demokrasi yang besar namun dalam pelaksanaan pemilu kualitasnya masih dipertanyakan.
“perlu adanya pemikiran sistem pemilu yang bisa mengurangi atau mencegah praktek money politic serta teknis pemilu , misalnya pemilu pusat dan pemilu daerah, serta pemilu eksekutif dan pemilu legislatif” katanya.
Tanggapan kelima yaitu adanya kegelisahan
sebagian warga Muhammadiyah terutama terkait dengan isu faham “tertentu” yang dituduhkan kepada Muhammadiyah, serta adanya kelompok yang masuk dan bahkan mempengaruhi praktek ibadah di masjid Muhammadiyah.
“Kami PWM Kalteng meminta kepada PP Muhammadiyah agar mempertegas atau meluruskan hubungan atau perbedaannya untuk menjadi rujukan dengan persyarikatan” ujar Syar’i.
Selanjutnya yang keenam PWM Kalteng meminta kepada PP Muhammadiyah agar turut mengawasi pelaksanaan Muktamar ortom agar tidak terjadi atau terhindar dari praktek-praktek pragmatis, sehingga dalam pelaksanaan dan pimpinan yang dihasilkan bukan hasil pengaturan dari pihak-pihak yang berkepentingan mengingat ortom adalah merupakan sebagai keberlangsungan gerakan Muhammadiyah kedepanya.
Selain tanggapan atas laporan PP Muhammadiyah, PWM Kalteng juga melaporkan perkembangan dan pencapaian yang telah dilakukan selama ini antara lain :
1) peningkatan kualitas dan kuantitas AUM secara terus menerus, terutama dibidang pendidikan, kesehatan, sosial, keagamaan dan ekonomi seperti pendirian sekolah baru, pembangunan gedung sekolah, masjid, klinik, panti asuhan dan pembangunan kantor zakat center Lazismu Kalteng,
2) Pengembangan ekonomi persyarikatan terutama dengan membuka SM Corner, dengan membangun gedung SM Corner yang cukup refresentatif di lokasi strategis dan menyiapkan modal usaha bersama AUM. 3) Penertiban dan peningkatan status aset, khususnya aset tanah, karena semakin banyaknya wakaf tanah dari masyarakat ke perayarikatan. 4) Penggabungan PTM STKIP Muhammadiyah Sampit dan AKBID Muhammadiyah Kotawaringin Timur menjadi Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA), yang prosesnya sampai saat ini sudah tahap visitasi dari Kemendikbutristek RI. 5) Penguatan peran dan fungsi Muhammadiyah menghadapi pemilu 2024, PWM Kalteng melakukan konsolidasi dan koordinasi terkait calon legislatif.
Sumber : Sekretariat PWM Kalteng
Edtor : Bonni Febri

