Rakerwil Lazismu Kalteng Pertajam Inovasi Sosial Terintegrasi Berbasis Kebutuhan Lokal

PALANGKA RAYA , PULANGPISAUMU.COM – Penguatan tata kelola kelembagaan Lazismu sebagai lembaga amil zakat terus didorong guna memastikan integrasi program secara nasional. Aspek manajemen, digitalisasi, dan inovasi sosial menjadi kebutuhan strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak.

Arah penguatan tersebut telah dituangkan dalam peta jalan kinerja Lazismu di seluruh tingkatan—mulai dari pusat hingga kantor layanan—yang sebelumnya dimusyawarahkan dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu di Kalimantan Selatan. Lazismu Wilayah kemudian mempertajam dan menyesuaikan arah kebijakan tersebut agar relevan dengan konteks wilayah masing-masing.

Komitmen itu diteguhkan Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah melalui pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di Asrama Haji Al-Mabrur, Jalan G. Obos, Menteng, Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Rakerwil Lazismu Kalteng tahun ini mengusung tema “Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkemajuan untuk Kalimantan Tengah Semakin Berkah.”
Badan Pengurus Lazismu Pusat, Mustiawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lazismu saat ini memasuki fase penting penguatan tata kelola kelembagaan serta integrasi program secara nasional.

“Inovasi sosial Lazismu harus dibangun di atas sistem yang terintegrasi, berbasis data, dan mampu menunjukkan dampak yang terukur,” ujarnya. Menurutnya, digitalisasi, profesionalitas amil, serta pemeliharaan kepercayaan publik menjadi fondasi utama pengembangan Lazismu pada periode 2026–2030.

Sejalan dengan kebijakan nasional tersebut, Mustiawan juga memaparkan capaian kinerja Lazismu Kalimantan Tengah sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, Lazismu Kalteng berhasil menghimpun dana ZISKA sebesar Rp2.492.008.205. Angka ini diproyeksikan meningkat menjadi Rp2.990.409.846 pada akhir tahun 2026, sebagai bagian dari target nasional Lazismu sebesar Rp801.472.161.875.

“Target ini akan dicapai melalui penguatan basis penghimpunan di seluruh kantor layanan, optimalisasi kanal digital, perluasan kemitraan strategis, serta penajaman program pendayagunaan yang berbasis kebutuhan lokal dan pengukuran dampak,” jelasnya.

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan cerminan meningkatnya kepercayaan publik yang harus terus dijaga melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan program-program yang memberikan manfaat luas bagi para penerima.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Drs.Muchtar,M.Si  yang membidangi Lazismu, menekankan bahwa Lazismu memiliki posisi strategis sebagai instrumen dakwah Muhammadiyah di ranah sosial.

“Lazismu bukan sekadar lembaga penghimpun dan penyalur zakat, tetapi bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah yang hadir untuk menjawab persoalan umat secara nyata,” ungkapnya. Menurut Muchtar, penguatan Lazismu secara tidak langsung juga memperkuat daya hadir Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Melalui Rakerwil ini, lanjutnya, Lazismu se-Kalimantan Tengah berupaya meneguhkan komitmen bersama untuk memperkuat konsolidasi ideologis, manajerial, dan kebijakan strategis, sekaligus memastikan setiap program berjalan secara terintegrasi, berdampak nyata, dan berkelanjutan.

Penguatan arah gerak Lazismu tersebut juga diperdalam melalui kehadiran Ketua PW Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Ahmad Syar’i, yang menyampaikan penguatan ideologis di sela-sela kegiatan Rakerwil. Ia mengulas sejarah dan latar belakang berdirinya Lazismu yang lahir dari keprihatinan atas persoalan kemiskinan, rendahnya kualitas pendidikan, serta lemahnya keadilan sosial.

“Lazismu menjadi sarana untuk meneguhkan keyakinan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi besar dalam mendorong keadilan sosial dan pembangunan manusia,” tegasnya.

Rakerwil Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah diikuti oleh 38 peserta yang berasal dari unsur Kantor Perwakilan Wilayah, 13 kantor  Daerah (wilayah pembantu),  serta 2 kantor layanan Lazismu se-Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Fundraising Lazismu Pusat M. Sholeh Farabi, jajaran Wakil Ketua PWM Kalimantan Tengah, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Tengah,  Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Kalteng,  perwakilan Pimpinan Ortom tingkat wilayah, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, BAZNAS, serta para mitra strategis Lazismu.

 

Editor: Bonni Febri


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *