Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Gelar Seri Edukasi Read Aloud 2026: “Membaca Bukan Memaksa”

PULANG PISAU, PULANGPISAUMU.COM  – Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau menggelar Seri Edukasi Read Aloud 2026 dengan tema “Membaca Bukan Memaksa”, pada Kamis, 9 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau, yang berlokasi di lantai dasar Masjid KH Ahmad Dahlan, kawasan Simpang Bundaran Belah Ikon Pulang Pisau, Jalan Lintas Kalimantan.

Seri edukasi ini menghadirkan narasumber Nurul Iftiasanti, penggerak Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau, yang membagikan pemahaman dan praktik membaca nyaring (read aloud) sebagai pendekatan literasi yang ramah anak, hangat, dan menyenangkan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Training of Trainers (ToT) Read Aloud yang diselenggarakan oleh Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Komunitas Read Aloud Kalteng. ToT tersebut menghadirkan Roosie Setiawan, praktisi read aloud sekaligus Founder Read Aloud Indonesia. Program ToT ini bertujuan mencetak para trainer read aloud (membaca nyaring) yang akan menyebarluaskan teknik membaca nyaring secara luas di berbagai komunitas.

Melalui seri edukasi ini, Taman Pustaka mengajak orang tua, guru, pelajar, mahasiswa, relawan literasi, serta pegiat TBM untuk memahami bahwa anak-anak tidak perlu dipaksa agar mau membaca. Ada cara-cara yang lebih seru, penuh kehangatan, dan menyenangkan, sehingga anak dapat tumbuh mencintai buku secara alami.

Acara yang dimoderatori oleh Anastasia Lisa, Relawan Literasi Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan, diikuti oleh 15 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa  dan generasi muda di lingkungan Taman Pustaka.  Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pemaparan materi dari narasumber mengenai konsep dasar dan prinsip membaca nyaring (read aloud) sebagai pendekatan literasi yang ramah anak. Materi disampaikan secara interaktif, disertai contoh-contoh praktik yang mudah diterapkan baik di rumah, sekolah, maupun di ruang komunitas.

Selain pemaparan materi, peserta juga diajak melakukan praktik membuat kajian teks sederhana dari buku yang dibaca. Kajian ini bertujuan membantu peserta memahami isi bacaan, pesan cerita, serta cara menyampaikannya kembali kepada anak secara menarik dan komunikatif.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik membaca nyaring, di mana peserta mempraktikkan langsung teknik read aloud, mulai dari intonasi suara, ekspresi, hingga cara membangun interaksi dengan pendengar. Seluruh buku yang digunakan dalam sesi ini memanfaatkaan 1000 buku bacaan bermutu bantuan dari Perpusnas RI yang telah tersedia di Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan.

Peserta Seri edukasi Read Aloud 2026 di Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau (Foto Istimewa)

Antusiasme peserta terlihat dari fokus mereka menyimak materi hingga mengikuti praktik read aloud dengan penuh semangat. Salah satu peserta, Safira, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) kelas Pulang Pisau, mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya jadi paham bahwa membaca bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tidak memaksa anak. Kapan kegiatan seperti ini diadakan lagi?” ujarnya.

Narasumber, Nurul Iftiasanti, menegaskan bahwa edukasi ini merupakan bentuk kepedulian Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan sebagai pegiat literasi.

“Sesi edukasi ini adalah bentuk kepedulian kami. Sebagai orang dewasa, pengajar, dan siapa pun yang berdampingan dengan anak, kita harus tahu bahwa anak-anak perlu didampingi, diberi rasa nyaman, dan dicontohkan hal-hal baik, agar mereka dengan sukarela melakukan hal-hal positif, termasuk membaca,” jelas Nurul.

Sementara itu, Ketua Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan, Bonni Febrianto, menyampaikan bahwa pelatihan membaca nyaring menjadi kebutuhan penting dalam menjaga keberlanjutan program literasi, khususnya di tengah derasnya arus digital saat ini.

“Melalui read aloud, kita tidak menyuruh anak untuk belajar membaca, tetapi menghadirkan pengalaman menyenangkan bersama buku. Ketika anak merasa ditemani dan tidak dipaksa, maka ketertarikan membaca akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Bonni.

Ia menambahkan, melalui keikutsertaan dalam ToT Read Aloud 2025, Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan praktik literasi yang bermakna, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi anak-anak serta masyarakat Pulang Pisau.

Bonni Febrianto juga menyampaikan terima kasih kepada narasumber, para relawan Taman Pustaka, serta seluruh peserta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Sebagai bentuk apresiasi, di akhir acara panitia memberikan doorprize kepada beberapa peserta yang berani tampil dan mencoba langsung teknik read aloud di hadapan narasumber dan peserta lainnya.

Melalui Seri Edukasi Read Aloud 2026 ini, Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan menegaskan bahwa literasi bukan soal memaksa anak membaca, melainkan menghadirkan ruang aman, hangat, dan penuh cinta agar buku menjadi sahabat tumbuh kembang mereka.


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *