Takwa sebagai Jalan Keselamatan
PULANGPISAUMU.COM – Kultum ba’da Salat Subuh di Masjid KH Ahmad Dahlan mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjadikan takwa sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Pesan ini sejalan dengan nasihat Rasulullah ﷺ yang menjadi pedoman sepanjang zaman, bukan hanya untuk para sahabat, tetapi juga bagi seluruh umat Islam.
Dalam Hadis Arbain Nawawi hadis ke-18, Muhammad memberikan nasihat yang sangat penting bagi kehidupan seorang Muslim. Nasihat ini disampaikan kepada dua sahabat, yaitu Abu Dzar al-Ghifari dan Mu’adz bin Jabal, yang kemudian menjadi pedoman bagi umat Islam sepanjang masa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”
Nasihat Nabi ini bukan hanya untuk kedua sahabat tersebut, tetapi juga menjadi wasiat dan bimbingan bagi seluruh umat Islam. Dalam hadis ini terdapat tiga pesan penting: bertakwa kepada Allah, menutup keburukan dengan kebaikan, dan berakhlak baik kepada sesama manusia.
Takwa adalah Jalan Keselamatan
Takwa merupakan kumpulan dari berbagai kebaikan. Orang yang bertakwa akan senantiasa berusaha menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan takwa, seorang hamba akan mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari Allah.
Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surah An-Nahl 128 bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Ini menunjukkan bahwa takwa menjadi jalan keselamatan dan keberkahan dalam kehidupan.
Selain itu, Allah juga menjanjikan kemudahan bagi orang yang bertakwa. Dalam Qur’an Surah At-Talaq 2-3 disebutkan bahwa barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Menjauhi Maksiat dan Perkara Syubhat
Takwa juga menuntut seorang Muslim untuk menjauhi segala bentuk maksiat dan keburukan. Kesempurnaan takwa bukan hanya meninggalkan yang haram, tetapi juga berhati-hati terhadap perkara yang syubhat atau samar-samar hukumnya agar agama tetap terjaga.
Bahkan para ulama menjelaskan bahwa dalam tingkat takwa yang lebih tinggi, seseorang akan meninggalkan sebagian perkara yang mubah apabila dikhawatirkan dapat menyeret kepada hal yang tidak baik.
Dengan demikian, hadis Arbain Nawawi ke-18 mengajarkan bahwa takwa adalah kunci keselamatan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan takwa, memperbanyak kebaikan, dan menjaga akhlak kepada sesama, seorang Muslim akan mendapatkan keberkahan hidup serta pertolongan dari Allah SWT.
Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau, 18-3-2026
Intisari Kultum Ba’da Subuh oleh Ustadz Salman Alfarisi Da’i asal Lamongan

