Komunitas PELITA ABK Seruyan, Anggota Forum TBM Kalteng yang Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional

KUALA PEMBUANG, PULANGPISAUMU.COM – Komunitas PELITA ABK Seruyan , Kalimantan Tengah kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Bersama Sanggar Seni Hapakat Penyang, mereka berhasil mengharumkan nama Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Seruyan, melalui ajang Kompetisi TIK bagi Penyandang Disabilitas Tingkat Regional 2 yang digelar di Bali pada 22–27 Juli 2025.

Kompetisi yang diinisiasi BAKTI KOMINFO RI bersama Paradifa ini diikuti perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan berprestasi.

Komunitas PELITA ABK Seruyan, yang juga merupakan salah satu anggota Forum TBM Kalimantan Tengah, selama ini aktif membina dan memberdayakan anak-anak serta remaja penyandang disabilitas di wilayah Seruyan, Kalimantan Tengah

Founder Komunitas, Yulia Tanti Nova, M.Pd, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju ajang ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan fasilitas penunjang seperti laptop atau gawai untuk mengikuti rangkaian mentoring selama tiga minggu sebelum lomba dimulai.

“Selain itu, kami harus terus memantau dan memastikan peserta tetap berkomitmen menyelesaikan tugas yang diberikan, mengingat kondisi mereka yang memiliki ragam keterbatasan,” ujarnya.

Meski demikian, Yulia mengaku selama ini mendampingi anak-anak di komunitasnya dilakukan secara mandiri, tanpa sokongan besar dari pihak luar. Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan langkahnya untuk terus membimbing dan mengevaluasi agar anggota komunitas mampu meraih prestasi di bidang yang mereka minati.

Ia menegaskan, penyandang disabilitas bukanlah “manusia nomor dua”. Mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi, asalkan diberikan ruang dan dukungan.

“Ini kali kedua kami lolos ke tingkat nasional. Tahun 2022 hanya dilaksanakan daring karena pandemi. Kali ini, pencapaian ini memberi kebanggaan luar biasa bagi peserta dan keluarganya,” tambahnya.

Bagi Yulia, kunci keberhasilan membina komunitas terletak pada hati yang mau melayani tanpa pamrih, komitmen, serta membangun jejaring luas agar tidak tertinggal dari program positif bagi pengembangan kemampuan anggota. “Selama kita memberi kesempatan, mereka akan membuktikan bahwa kemampuan mereka tidak kalah,” tutupnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi baru, baik bagi komunitas maupun masyarakat luas, untuk terus mendukung penyandang disabilitas agar mendapat akses setara dalam pendidikan, teknologi, seni, dan berbagai bidang lainnya.


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *