Amir Nashiruddin: Digitalisasi Tata Kelola Muhammadiyah Menjadi Kebutuhan Mendesak Persyarikatan
PALANGKA RAYA, PULANGPISAUMU.COM –Wakil Sekretaris I Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah,M. Amir Nashiruddin, S.HI menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak bagi Muhammadiyah untuk memperkuat tata kelola organisasi yang modern, profesional, dan akuntabel.
Hal tersebut disampaikannya dalam pengarahan pada kegiatan Orientasi dan Training of Trainer (TOT) SatuMU yang diikuti peserta dari berbagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kalimantan Tengah, di Gedung BPMP Kalimantan Tengah, Jalan Cilik Riwut , Kota Palangka Raya (19/6)
Agenda ini merupakan suatu ikhtiar Muhammadiyah dalam merespons, mempercepat, serta beradaptasi dengan arus digitalisasi yang semakin kompleks.
“Selain dari amanat muktamar, digitalisasi Muhammadiyah ini adalah penanda bagi Muhammadiyah memasuki abad kedua,” jelasnya.
Menurut Amir, selama ini Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi Islam yang maju dan modern. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan dalam pengelolaan data, administrasi, serta dokumentasi organisasi yang perlu terus dibenahi hingga ke tingkat daerah dan ranting.
“Kita dikenal sebagai organisasi yang maju, modern, dan profesional. Tetapi ketika melihat ke dalam, masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam tata kelola data dan administrasi organisasi,” ujarnya.
Ia mencontohkan bahwa kondisi sekretariat Muhammadiyah di tingkat wilayah umumnya sudah cukup tertata, namun pada tingkat daerah hingga ranting masih ditemukan berbagai keterbatasan, termasuk penyimpanan dokumen dan data organisasi yang belum terintegrasi dengan baik.
Selain itu, data keanggotaan Muhammadiyah di berbagai daerah juga masih memerlukan pembaruan dan penguatan. Tidak sedikit pimpinan yang belum memiliki data lengkap mengenai jumlah anggota, profil anggota, tingkat pendidikan, maupun potensi sumber daya yang dimiliki.
Kondisi tersebut, lanjut Amir, menjadi salah satu alasan utama Muhammadiyah mengembangkan sistem tata kelola berbasis digital melalui program transformasi digital persyarikatan.
“Digitalisasi menjadi solusi yang paling memungkinkan untuk membangun tata kelola organisasi yang lebih tertib, efektif, dan terintegrasi dari pusat hingga ranting,” katanya.
Amir menjelaskan bahwa transformasi digital Muhammadiyah memiliki landasan regulasi yang kuat melalui Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang reformasi digital persyarikatan. Salah satu implementasinya adalah pengembangan Identitas Tunggal Digital Muhammadiyah atau Muhammadiyah ID.
Muhammadiyah ID menjadi identitas digital resmi warga Muhammadiyah yang digunakan untuk mengakses berbagai layanan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) dan berbagai platform layanan lainnya.
Untuk memiliki Muhammadiyah ID, warga Muhammadiyah harus memiliki alamat surat elektronik (email) aktif dan nomor telepon yang dapat dihubungi sebagai bagian dari proses verifikasi identitas digital.

Dalam kesempatan tersebut, Amir juga memperkenalkan platform digital Muhammadiyah yang diberi nama MASA atau Muhammadiyah Aisyiyah Supper App Platform ini dirancang sebagai ruang digital yang menyediakan berbagai layanan dan informasi bagi warga persyarikatan maupun masyarakat luas.
Nama MASA, menurutnya, terinspirasi dari Surah Al-‘Ashr yang mengandung pesan penting tentang nilai waktu, amal saleh, serta pentingnya saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
“MASA diharapkan menjadi ruang bersama yang mempertemukan warga Muhammadiyah dalam ekosistem digital yang produktif dan bermanfaat,” jelasnya.
Selain MASA, Muhammadiyah juga mengembangkan platform SatuMU yang menjadi ruang digital khusus bagi persyarikatan. Melalui platform ini, berbagai data, layanan, dan administrasi organisasi dapat dikelola secara lebih terintegrasi.
Amir menegaskan bahwa SatuMU dan MASA merupakan bagian dari upaya besar Muhammadiyah untuk membangun ekosistem digital yang mampu mendukung pengelolaan organisasi, pelayanan kepada anggota, serta pengembangan dakwah di era teknologi informasi.
Melalui kegiatan TOT ini, para peserta diharapkan dapat menjadi pelopor transformasi digital Muhammadiyah di daerah masing-masing sehingga proses pendataan, administrasi, dan pelayanan organisasi dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan.
“Transformasi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi merupakan kebutuhan organisasi agar Muhammadiyah semakin kuat, tertata, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.
Turut hadir dari PP Muhammadiyah bersama M. Amir Nashiruddin , antara lain : Bendahara PP Muhammadiyah Drs. H. Purwana, M.A. serta 2 anggota Tim SatuMU PP Muhammadiyah Lutfi. M Purba dan Arwan.
Melalui ToT ini diharapkan setiap daerah memiliki tim yang mampu menjadi fasilitator dan pendamping implementasi SatuMu hingga tingkat cabang dan ranting

