Balai Bahasa Kalimantan Tengah Gelar Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi, 23 Komunitas Berkumpul di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, PULANGPISAUMU.COM – Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan bertajuk Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi yang dilangsungkan pada 28–31 Juli 2025 di Aula Hotel Aurila jalan Adonis Samad ,Kota Palangka Raya. Kegiatan ini diikuti oleh 23 komunitas literasi yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, di antaranya dari Kuala Kapuas, Pulang Pisau, Barito Selatan, Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Palangka Raya.

Acara ini merupakan bagian dari upaya Balai Bahasa untuk memperkuat peran komunitas sebagai ujung tombak dalam menumbuhkan budaya baca, tulis, dan berpikir kritis di tengah masyarakat. Kegiatan pembinaan berlangsung selama empat hari dengan rangkaian materi yang mencakup pengelolaan komunitas, kepenulisan, keterampilan bicara publik, hingga pelatihan kriya berbasis kayu.

Koordinator Tim Kerja Literasi Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Afifah Nada, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme para penggerak literasi yang datang dari berbagai penjuru daerah, bahkan ada yang baru pertama kali bergabung melalui program pendataan komunitas literasi Balai Bahasa.

“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa menghadirkan komunitas-komunitas baru dan lama dalam satu forum untuk saling belajar, berdiskusi, dan memperkuat jejaring,” ujarnya.

Afifah menambahkan, kegiatan ini bukan hanya tentang teori literasi, tetapi juga praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan komunitas. Peserta akan diajak menulis cerpen, berbicara di depan umum, dan mencoba membuat karya kriya bersama narasumber berpengalaman.

Sementara itu, Kasubag Umum Balai Bahasa Kalteng, Kambang , dalam sambutannya yang penuh semangat , menekankan pentingnya kolaborasi dan keberanian komunitas dalam berinovasi.

“Komunitas literasi adalah motor utama dalam membumikan budaya baca dan tulis. Peran kalian sangat strategis untuk membangun masyarakat yang berpikir kritis, berdaya, dan mencintai bahasa Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa literasi saat ini bukan lagi sekadar membaca dan menulis, melainkan mencakup kemampuan kolaboratif, komunikatif, dan inovatif di tengah derasnya arus informasi.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan para “pemilik” komunitas atau penggeraknya langsung, yang selama ini bergerak secara sukarela, sering kali dalam kesenyapan tanpa sorotan publik.

Sebagai penutup sambutan, Kambang secara resmi membuka kegiatan dengan membacakan pantun:

Menyusur sungai ke arah Palangka Raya,
Bertemu kawan di pinggir dermaga,
Dengan literasi kita berkarya,
Untuk Kalteng yang lebih berdaya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jaringan antar komunitas, melahirkan kolaborasi-kolaborasi baru, dan menambah semangat para penggiat literasi untuk terus menyalakan api keilmuan di seluruh penjuru Kalimantan Tengah.


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *