Buka MASTA, Rektor UMJT Sampaikan Transformasi Generasi Berkemajuan

PULANGPISAUMU.COM – Rektor Universitas Muhammadiyah Jawa Timur, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si menjadi narasumber pelaksanaan Masa Ta’aruf (MASTA) mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Senin, 28 September 2026. UMJT adalah transformasi dari Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD).

Tema materi yang disampaikan Rektor UMJT dihadapan mahasiswa baru adalah “Generasi Berkemajuan Menyongsong Era Indonesia Emas”.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMJT menekankan pentingnya 4 (empat) hal yang harus bisa dipahami dan dilakukan generasi muda di jaman sekarang.

Pertama, menguasai ilmu dan cinta pengetahuan. Hal ini bisa dilakukan dengan menjadi pribadi yang aktif dan kritis, memiliki literasi digital yang baik serta dapat mengamalkan ilmu.

“Aktif dan kritis itu artinya menguasai ilmu pengetahuan teknologi serta mampu berfikir kritis,” ujar Rektor.

Terkait dengan literasi digital, Rektor UMJT mengajak mahasiswa baru UMJT menjadi pengguna teknologi yang aktif dan cerdas serta tidak mudah terpengaruh informasi keliru.

Kemudian dengan ilmu yang didapat itu dapat diamalkan dalam wujud tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kedua, Prof. Sofyan Anif mengajak mahasiswa baru UMJT sebagai bagian dari generasi muda memiliki keteguhan iman dan tauhid.

Caranya dengan menjalankan tauhid yang aplikatif, mempraktikkan keyakinan kepada Allah yang diwujudkan dalam amal shaleh sehari-harinya.

Kemudian berpedoman kepada Al Qur’an dan Sunnah dengan menjadikan ajaran Islam sebagai landasan dalam berfikir dan bertindak.

 

Akhlak mulia

Hal penting lainnya adalah memiliki akhlak mulia dan menebar rahmat. Disampaikan Rektor UMJT, bentuk nyata dari akhlak mulia dan menebar rahmat adalah dengan menjalankan Akhlaqul Karimah seperti jujur, amanah, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

Kemudian menjalankan sikap-sikap moderat (Al Wasatiyah) melalui perilaku adil, seimbang, dan toleransi dalam menghadapi keberagaman.

“Generasi muda juga harus mengembangkan perilaku rahmatan Lil alamin dengan menghadirkan kedamaian dan manfaat bagi seluruh alam.

 

Berjiwa tajdid

Hal penting berikutnya yang disampaikan Rektor UMJT adalah generasi muda hendaknya memiliki jiwa yang kreatif, inovatif dan tajdid.

Generasi muda mestinya memiliki semangat pembaruanb(tajdid) dengan memiliki pemahaman terbuka terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar Islam.

Berikutnya anak muda harus memiliki kreatifitas yang tinggi dengan mampu menciptakan karya dan gagasan baru.

“Memiliki jiwa kewirausahaan dengan mengembangkan usaha yang produktif dan bermanfaat serta mampu melalukan inovasi teknologi untuk menciptakan solusi yang dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat.

 

Peran Muhammadiyah

Diawal Penyampaian materi, Prof. Sofyan Anif menyampaikan pemahaman-pemahaman mengenai peran Muhammadiyah bagi bangsa dan negara Indonesia yang telah melintasi berbagai jaman dan era hingga berusia satu abad lebih saat ini.

Misalnya peran Muhammadiyah dalam bidang pendidikan yang dimulai oleh Kyai Ahmad Dahlan dengan mendirikan madrasah pada tahun 1911 dan diakui keberadaannya oleh Belanda pada tahun 1913.

“Hingga saat ini Muhammadiyah memiliki 20 ribu sekolah mulai dari TK hingga perguruan tinggi dengan jumlah Perguruan tinggi sekitar 165 lebih banyak dari yang dimiliki pemerintah yang mencapai 133,” terang Prof. Sofyan Anif.

Terkait dengan kemampuan Muhammadiyah berkiprah di banyak bidang kehidupan berbangsa dan bernegara, Rektor UMJT menghubungkannya dengan kemampuan Muhammadiyah mempraktikkan QS. An Nisa ayat 9.

Walyakhsyalladzîna lau tarakû min khalfihim dzurriyyatan dli’âfan khâfû ‘alaihim falyattaqullâha walyaqûlû qaulan sadîdâ

“Dan hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mendekati kematian) meninggalkan di belakang mereka keturunan yang lemah yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Menurut Rektor, dalam banyak kitab dibahas beberapa bentuk lemah.Ada lemah iman, lemah fisik (kesehatan), mental (spiritual) dan lemah pendidikan.

“Maka Kyai Dahlan tidak mau hanya menghafal, mempelajari ayat Al Qur’an tapi juga dengan Surat An Nisa ayat 9 dalam kehidupan sehari hari supaya tidak lemah mental, fisik, pendidikan,” terang Prof Sofyan Anif.(PJ)


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *