Etika Islam dalam Penggunaan Sosial Media
Oleh:
Rhegard Putra Davinto
PULANGPISAUMU – Etika adalah suatu aturan atau norma yang biasanya digunakan dalam kehidupan sehari hari kita gunakan sebagai pedoman ketika melakukan sesuatu.Etika perlu kita ketahui dan perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari hari dikarenakan etika ini sangat berpengaruh terhadap penilaian orang lain terhadap kita.Perkembangan teknologi dan informasi 10 tahun ini berkembang sangat cepat,salah satunya di bidang komunikasi.Etika sangat perlu kita diterapkan dalam bersosial media,walaupun hanya dunia maya tetapi sangat penting bagi kita untuk menerapkan etika tersebut.
Indonesia adalah negara berpenduduk beragama islam terbesar di dunia, dan juga pengguna sosial media terbanyak ke empat di dunia menurut data dari “Databooks.co.id”.Dalam penggunaan media sosial,terjadi interaksi antara penggunanya,salah satunya melalui komentar. Komentar yang diberikan oleh seseorang di media sosial dikenal dengan istilah netizen, yang merupakan gabungan dari kata “citizen” (warga) dan “internet”, sehingga netizen dapat diartikan sebagai warga internet. Secara umum, netizen merujuk pada individu atau kelompok yang aktif terlibat dalam kegiatan di media sosial.
Namun, saat ini banyak netizen yang memberikan komentar yang tidak pantas, seperti kata-kata kasar, ejekan, atau kritik negatif lainnya. Media sosial memungkinkan setiap orang untuk menyuarakan pendapat mereka secara terbuka, namun seringkali juga terjadi penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bersikap bijak dan sesuai dengan norma serta etika yang berlaku dalam menggunakan media sosial, agar dampaknya tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Masyarakat indonesia dinilai paling ramah di dunia,namun mengapa dalam laporan berjudul ‘Digital Civility Index (DCI) CNN Indonesia, netizen Indonesia menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara, alias paling tidak sopan,mengapa hal tersebut bisa terjadi sedangkan indonesia adalah masyarakat ter ramah di dunia dan mayoritas beragama muslim yang sangat menjunjung tinggi etika.
Faktor utama terjadinya hal tersebut adalah banyaknya hoax dan penipuan faktor inilah yang mempengaruhi kesopanan netizen indonesia,,padahal sudah jelas tertulis di Al-Quran Surah Al-Hujurat ayat 6 yang yang artinya :“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka teliti kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.” (Al-Hujurat [49] : 6).dan surat An-Nur ayat 19 yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang senang atas tersebarnya (berita bohong) yang sangat keji itu di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang sangat pedih di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (an-Nur [24] : 19).Oleh sebab itu masyarakat indonesia tidak boleh menyebarkan berita hoax dan melakukan penipuan karna dapat merugikan banyak pihak,dan negara kita juga sudah megatur peraturan tentang berita hoax dan penipuan,dan hukuman yang diberikan juga tidak sembarangan.
Lalu banyaknya ujaran kebencian yang menyinggung isu ras,agama,politik,disabilitas dan sebagainya,juga menjadi faktor yang mempengaruhi kesopanan netizen indonesia,padahal ini juga sudah tertulis dalam Al-Quran surat Al-Hujurat Ayat 11 yang artinya “Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.maka dari itu kita sebagai umat islam harus menjaga lisan, tangan dan tata krama dalam menggunakan sosial media.
Dan masalah lainya adalah pendidikan literasi digital yang belum merata,Pendidikan literasi digital yang belum merata di seluruh daerah Indonesia menyebabkan ketidaktahuan bagaimana cara menggunakan media sosial yang baik dan benar,oleh karena itu kita sebagai warga indonesia yang baik seharusnya memberikan sosialisasi atau membuat konten positif tentang penggunaan sosial media yang baik agar orang yang belum paham mengenai penggunaan sosial media yang baik dan benar dapat memahami cara yang tepat menggunakan sosial media.
Kita sebagai muslim seharusnya berpikir kritis terhadap penggunaan sosial media,kita telah diberikan akal yang bijak oleh ALLAH SWT jadi kita sebagai warga muslim yang hidup di negara indonesia yang demokratis ini harusnya paham mengenai aturan aturan dan adab menggunakan sosial media,kita tidak boleh asal ketik,kita tidak boleh asal posting,kita tidak boleh menerima berita begitu saja tanpa mengecek sumbernya terlebih dahulu,dan kita harus selektif memilih konten yang baik untuk dikonsumsi.
Firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 6 mengingatkan kita sebagai warga muslim yang beriman untuk bijaksana dalam menerima pesan atau kabar kita harus mencari tahu sumbernya dahulu sebelum kita meneruskan berita tersebut ke orang lain agar berita yang kita sampaikan tidak menjadi berita bohong atau berita hoax, karena jika berita yang kita berikan salah atau hoax,itu dapat membuat miskomunikasi antar sesama,maka dari itu kita harus bijak dalam menerima pesan dari orang lain.
Dengan demikian kita sebagai warga muslim harus ingat,dalam menggunakan sosial media harus menggunakan etika dan norma yang berlaku,kita juga sebagai warga muslim harus mengingatkan satu sama lain jika dalam bersosial media,karena jika kita melakukan sebuah penipuan atau menyebarkan berita hoax maupun menghujat kita akan mendapatkan dosa yang berat dikarenakan kita telah menyakiti orang lain,dan ganjaran yang diberikan ALLAH akan berlipat ganda,kita akan dipenjara di dunia dan akan diberikan hukuman juga kelak di akhirat.
Kesimpulanya adalah etika dalam penggunaan media sosial sangat penting, terutama bagi warga di Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama islam,meskipun media sosial memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk berinteraksi, menyampaikan pendapat, dan berbagi informasi, setiap individu tetap harus mengikuti norma dan etika yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif seperti penyebaran hoax dan ujaran kebencian, penipuan, dan pelanggaran lainnya,islam mengajarkan pentingnya menjaga lisan, berpikir kritis, dan memastikan kebenaran sebelum menyebarkan informasi, dalam Al-Quran terdapat banyak ayat yang mengingatkan umat Islam untuk tidak menyebarkan berita bohong atau melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain.Oleh karena itu,sebagai pengguna media sosial, umat Islam harus selalu bersikap bijaksana, menghormati sesama, serta mematuhi etika dan norma yang ada.Pendidikan literasi digital yang masih belum merata di Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Sebagai warga negara yang baik, kita memiliki kewajiban untuk membagikan pengetahuan mengenai penggunaan media sosial yang positif dan mengedukasi masyarakat agar dapat menggunakan sosial media ini secara bijak.
Referensi:
VIRTUAL COMMUNICATION: ETIKA BERMEDIA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM Cep Supriatna, January 2 1,2 Program Studi Pendidikan UPS, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Indonesia 1cepsupriatna@upi.edu Received: Mei, 2023; Accepted: Mei, 2023
Ikhsan M (2021) .CNN Indonesia.Riset: Netizen di Indonesia Paling Tak Sopan se-Asia Tenggara.Jakarta.
Mutia Annur Cindy. (2024). Indonesia Masuk Top 10 Negara Paling Betah Main Sosmed.Databoks
Rhegard Putra Davinto – Mahasiswa T.I Politeknik Harapan Bersama Tegal

