Inklusivitas IMM Pulang Pisau, 21 Mahasiswa Nonmuslim Ikuti Darul Arqam

PULANG PISAU, PULANGPISAUMU.COM (20 /9)  – Dari 92 mahasiswa yang mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD) IMM Pulang Pisau tahun 2025,  tercatat 21 peserta di antaranya merupakan mahasiswa nonmuslim, meliputi agama Kristen Protestan, Katolik, dan Hindu. Fakta ini menunjukkan inklusivitas IMM sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa tanpa memandang latar belakang agama.

Ketua DPD IMM Kalimantan Tengah, Aris Pratama Gunawan, menjelaskan sampai saat ini, sistem perkaderan IMM untuk mahasiswa nonmuslim masih dalam tahap kajian lebih lanjut, namun, di sejumlah kampus Muhammadiyah, seperti UMPR Kampus Pulang Pisau ini terdapat mahasiswa nonmuslim yang memilih IMM sebagai sarana pengembangan diri.

“Bagi kami, hal tersebut bukanlah masalah selama mereka memiliki niat untuk belajar berorganisasi. IMM bersifat inklusif dan menjunjung tinggi toleransi, apalagi di daerah yang kaya akan keberagaman. Tidak ada diskriminasi bagi siapapun yang ingin belajar serta berkembang.” tegasnya.

Ia berharap IMM Pulang Pisau menjadi tempat yang nyaman bagi semua mahasiswa. “Semoga IMM menjadi rumah yang menghadirkan kenyamanan dan kegembiraan, dan kami berharap IMM Pulang Pisau dapat menjadi pusat atau role model IMM multikultural di Kalimantan Tengah.” ujarnya.

Sementara itu, Nurul Iftiasanti, Ketua Bidang KPK DPD IMM Kalteng, menyampaikan peserta tahun ini adalah yang terbanyak mahasiswa nonmuslimnya. Dalam kegiatan DAD ini , mahasiswa nonmuslim diberikan pengarahan khusus mengenai organisasi IMM dam nilai toleransi beragama.

“Kami berbagi cerita mengenai toleransi beragama. IMM terbuka untuk semua agama dan tidak pernah memaksa ‘sebelum masuk IMM kamu harus syahadat dulu’. Mengislamkan orang tidak semudah itu,” ujar Nurul yang aktif membina kader IMM Pulang Pisau.

Nurul mencontohkan ada salah satu kader IMM nonmuslim  Anastasia Lisa, yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan IMM dan kami selalu mendukung apabila ia aktif dalam acara keagamaannya.

Beberapa bulan lalu, Lisa mewakili IMM Pulang Pisau mengikuti kegiatan Muhammadiyah Youth Interfaith Leadership Program (MYILP) di Bali,  Program yang digagas oleh DPP IMM ini bertujuan membentuk kepemimpinan lintas agama berbasis toleransi dan keberagaman, diikuti mahasiswa nonmuslim dari berbagai Universitas Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini menegaskan bahwa IMM tidak hanya fokus pada pengembangan intelektual dan kepemimpinan mahasiswa, tetapi juga menanamkan nilai toleransi terhadap keberagaman, menjadikannya rumah yang nyaman bagi semua mahasiswa.


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *