Ketua PP Forum TBM Kang Opik : Bangun “Emotional Engagement” Untuk Gerakan Literasi Berkelanjutan
Salah satu prioritas utama Forum TBM adalah membangun emotional engagement antara anggota dengan organisasi. Hal ini diyakini akan mempermudah advokasi di berbagai tingkatan, baik di pusat, wilayah, maupun daerah.
PULANGPISAUMU.COM – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Kang Opik, menyampaikan arahan penting saat membuka kegiatan Orasi Forum TBM Kalimantan Tengah (Kalteng). Acara yang juga dihadiri oleh Sekjen PP Forum TBM Heny Wardatur Rohmah ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen gerakan literasi di wilayah Kalteng.
Dalam arahannya, Kang Opik mengapresiasi kerja keras pengurus Forum TBM Kalteng yang telah mengelola organisasi dengan baik. Ia menekankan pentingnya membangun solidaritas dan semangat kerja kolektif untuk menggerakkan roda organisasi.
“Yang paling utama dalam Forum TBM adalah menghimpun teman-teman, menyemangati mereka, mengelola data keanggotaan, serta menganalisis potensi, tantangan, dan hambatan gerakan. Semua ini menjadi dasar untuk melakukan advokasi dan peningkatan kapasitas melalui berbagai pelatihan,” ujarnya.
Membangun Rasa Memiliki
Kang Opik menyoroti bahwa Forum TBM, sebagai organisasi nirlaba, membutuhkan “Emotional Engagement” atau keterikatan emosional yang kuat dari anggotanya untuk mencapai perubahan yang efektif.
“Mudah-mudahan ke depan, Forum TBM Kalteng mampu mendorong anggotanya memiliki rasa memiliki terhadap forum ini. Ketika rasa itu tumbuh, setiap program dan advokasi yang dilakukan akan lebih mudah didukung oleh semua pihak, bukan hanya saat memperoleh bantuan buku saja, tetapi juga dalam setiap pertemuan dan program literasi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehadiran anggota dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Forum TBM. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu kunci keberhasilan gerakan literasi yang berkelanjutan.
Pemanfaatan Media Sosial
Dalam arahannya, Kang Opik menginformasikan bahwa pada tahun 2025, pemerintah akan mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik untuk mendukung kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat.
“Forum TBM perlu hadir dan memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat kegiatan literasi di tingkat komunitas,” ungkapnya.
Selain itu, ia mendorong pengurus Forum TBM untuk lebih aktif memanfaatkan media sosial sebagai ruang berbagi praktik baik dan mendokumentasikan setiap kegiatan.
“Media sosial tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga ruang untuk mengidentifikasi gerakan literasi yang aktif. Dengan cara ini, PP Forum TBM dapat melihat dan mendukung aktivitas di daerah dengan lebih efektif,” tambahnya.

Penguatan Emotional Engagement
Menurut Kang Opik, salah satu prioritas utama Forum TBM adalah membangun emotional engagement antara anggota dengan organisasi. Hal ini diyakini akan mempermudah advokasi di berbagai tingkatan, baik di pusat, wilayah, maupun daerah.
“Forum TBM sejatinya satu kesatuan. Pembagian Pusat, Wilayah, atau Daerah hanya untuk memudahkan koordinasi dan meringankan beban kerja saja. Dengan bekerja bersama, kita bisa mencapai tujuan lebih efektif,” tegasnya.
Kang Opik menutup arahannya dengan mengingatkan pengurus Forum TBM Kalteng untuk tidak pernah lelah menggerakkan literasi. Ia berharap semangat kebersamaan ini dapat terus hidup dan menginspirasi lebih banyak komunitas untuk terlibat dalam pengembangan literasi masyarakat.
“Mari kita jadikan Forum TBM sebagai rumah besar bagi para pegiat literasi yang selalu optimis dan semangat dalam membangun budaya membaca di Indonesia,” tutupnya

