Kolaborasi Anggota Forum TBM Kalteng Hadirkan Kelas Menulis Biografi yang Menginspirasi
PALANGKA RAYA, PULANGPISAUMU.COM – Hujan yang mengguyur Kota Palangka Raya tak mampu meredupkan semangat puluhan anak untuk belajar. Dengan membawa senyum penuh antusias, mereka memenuhi ruang belajar di TBM Prestasi. Di tempat sederhana itu, benih-benih mimpi mulai ditanam melalui kegiatan literasi bertajuk “Menulis Biografi yang Menyenangkan dan Berkarya Sastra.”
Kegiatan yang digelar di TBM Prestasi, Jalan Kalingu VII Nomor 125, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu menghadirkan ruang belajar yang bermakna. Program ini mempertemukan dua anggota aktif Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kalimantan Tengah, yakni TBM Prestasi dan TBM Rumah Ilmu Sahabat Ar-Ra’uf Kabupaten Gunung Mas.
Sebagai narasumber, Ketua TBM Rumah Ilmu Sahabat Ar-Ra’uf, Siswanto, berbagi pengalaman sekaligus mengajak peserta mengenal dunia kepenulisan dengan cara yang menyenangkan. Tak hanya teori, peserta juga diajak menulis cerita pendek berbentuk biografi tokoh yang mereka kagumi.
Meski cuaca kurang bersahabat, sekitar 30 hingga 40 anak bersama orang tua tetap hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Antusiasme mereka menunjukkan bahwa semangat belajar tidak pernah mengenal musim.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran Duta Baca Kota Palangka Raya, Kak Yasmin Wazira, yang memberikan motivasi kepada peserta agar terus menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis sejak usia dini.
Ketua TBM Prestasi, Winarti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan budaya literasi di kalangan anak-anak.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Melalui membaca dan menulis, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang kreatif, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Siswanto menekankan pentingnya membiasakan diri menulis sejak dini. Menurutnya, kemampuan menulis bukan hanya meningkatkan literasi, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi apabila terus diasah.
“Rajinlah menulis karena selain mengasah kemampuan literasi, menulis juga bisa menghasilkan nilai ekonomi. Siapa tahu suatu saat tulisan kalian menarik perhatian penerbit. Jangan lupa menyesuaikan tulisan dengan genre yang diterbitkan agar peluang karya dilirik semakin besar,” pesannya.
Sebagai bentuk apresiasi, Siswanto membagikan tiga buku karyanya berjudul Buku Aktivitas Anak yang telah terjual ribuan eksemplar kepada peserta paling aktif. Sementara itu, tiga peserta dengan karya cerita pendek biografi terbaik juga memperoleh bingkisan sebagai penghargaan atas kreativitas mereka.
Winarti mengungkapkan, pemilihan Siswanto sebagai narasumber didasarkan pada rekam jejaknya yang konsisten dalam mengembangkan literasi, khususnya bagi anak-anak.
“Beliau kami pilih karena memiliki pengalaman yang panjang dalam menggerakkan literasi dan telah menghasilkan banyak karya yang menginspirasi anak-anak untuk gemar membaca dan menulis,” katanya.
Siswanto sendiri dikenal sebagai penulis produktif sekaligus pegiat literasi di Kalimantan Tengah. Beragam buku cerita anak dan cerita rakyat telah diterbitkannya, di antaranya Namaku Owa, Serunya Manugal Bajarau, Wadi Warisan Itak, Balitapedia, Ramadhan Kidz Activity, Seri Makanan Sehat, Aku Pahlawan Hadis, serta sejumlah buku aktivitas anak lainnya.
Melalui kolaborasi ini, TBM Prestasi berharap kelas-kelas literasi serupa dapat terus berlanjut dengan berbagai tema menarik, seperti pelatihan menulis puisi, pantun, hingga karya sastra lainnya. Harapan yang sama juga disampaikan para peserta yang menginginkan kegiatan literasi rutin sebagai ruang belajar yang kreatif, edukatif, dan menginspirasi.
Kolaborasi antaranggota Forum TBM Kalimantan Tengah ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi akan semakin kuat ketika dibangun bersama. Dari ruang baca sederhana, lahir harapan agar semakin banyak anak berani menulis, berkarya, dan kelak menjadi generasi yang mampu menceritakan kisah-kisah besar untuk masa depan.

