Literasi Inklusif dan Aksi Bersih Pantai, Cara Pelita ABK Seruyan Bangun Kepedulian Anak

KUALA PEMBUANG (27/6) –  Bergerak dalam keterbatasan bukan berarti tidak bisa memberikan dampak bagi lingkungan sekitar. Semangat inilah yang terpancar nyata dari aksi sosial-edukasi yang diinisiasi oleh Komunitas Pelita Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Sebagai salah satu anggota aktif dari Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kalimantan Tengah, komunitas ini sukses memadukan aksi bersih pantai dengan kegiatan literasi inklusif di objek wisata Pantai Cemara, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Sebagai salah satu anggota aktif dari Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kalimantan Tengah, komunitas ini sukses memadukan aksi bersih pantai dengan kegiatan literasi inklusif di objek wisata Pantai Cemara, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Aksi yang berlangsung sejak pagi hari ini bukan sekadar gerakan memungut sampah biasa, melainkan sebuah ruang pembuktian bahwa anak-anak disabilitas memiliki ruang dan hak yang sama untuk berkontribusi bagi daerah mereka.Aksi yang berlangsung sejak pagi hari ini bukan sekadar gerakan memungut sampah biasa, melainkan sebuah ruang pembuktian bahwa anak-anak disabilitas memiliki ruang dan hak yang sama untuk berkontribusi bagi daerah mereka. khusus memiliki ketertarikan dan antusiasme bersosial yang sangat tinggi. Tantangannya tinggal pada kita, mau atau tidak memberikan kesempatan itu kepada mereka,” tambahnya.

Aksi yang berlangsung sejak pagi hari ini bukan sekadar gerakan memungut sampah biasa, melainkan sebuah ruang pembuktian bahwa anak-anak disabilitas memiliki ruang dan hak yang sama untuk berkontribusi bagi daerah mereka.

Literasi Inklusi di Tepi Pantai

Sebelum melakukan aksi gotong royong membersihkan pantai, kegiatan diawali dengan sentuhan literasi melalui program Read Aloud (membaca nyaring). Pembina sekaligus *
Founder Pelita ABK, *Yulia Tanti Nova, menceritakan bagaimana sesi membaca buku bersama ini berlangsung dengan sangat hangat dan interaktif.

“Kami membacakan cerita dan ada sesi tanya jawab sedikit tentang isi cerita, seperti siapa saja tokoh-tokoh di dalamnya. Anak-anak sangat antusias, meskipun dengan keterbatasan mereka yang kesulitan dalam bicara. Jawabannya kadang kurang tepat karena beberapa anak memang memiliki keterbatasan intelektual, namun semangat mereka luar biasa,” ungkap Yulia.

Bagi Yulia, momen ini menegaskan sebuah fakta penting yang sering dilewatkan masyarakat awam. “Pada dasarnya, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki ketertarikan dan antusiasme bersosial yang sangat tinggi. Tantangannya tinggal pada kita, mau atau tidak memberikan kesempatan itu kepada mereka,” tambahnya.

Mendampingi anak-anak istimewa di ruang terbuka tentu memberikan cerita unik tersendiri. Yulia mengisahkan dengan senyum bagaimana lucunya suasana di lapangan saat fokus anak-anak mulai teralihkan oleh indahnya pemandangan laut.

“Cerita lucunya, kadang mood mereka terdistraksi karena ingin sekali bermain air atau mandi di pantai. Tapi di situlah peran kami untuk terus mengawasi dan mengingatkan kembali rencana awal kita dengan bahasa yang mudah mereka pahami, tentunya sambil tetap mengikuti ritme dan mood mereka, ujarnya.

Kolaborasi Lintas Komunitas dan Generasi

Langkah kecil yang diinisiasi oleh Komunitas Pelita ABK di Pantai Cemara ini rupanya berhasil memantik simpati dan kepedulian banyak pihak. Aksi bersih-bersih yang berhasil mengamankan lebih dari 10 karung sampah, termasuk temuan botol minuman keras yang membahayakan ini tidak dilakukan sendirian.

Sejumlah elemen masyarakat dan komunitas lokal turut turun tangan berkolaborasi di lapangan. Mulai dari warga sekitar pantai, Sanggar Seni Hapakat Penyang, Gawi Bapakat, Ruang Project, hingga beberapa siswa dari SMAN 1 Kuala Pembuang.

Sinergi lintas komunitas ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini saja. “Kami ingin kegiatan ini menjadi agenda rutin dan semakin banyak pihak yang bisa terlibat berkolaborasi agar dampak yang dihasilkan bisa jauh lebih besar lagi bagi lingkungan dan masyarakat,” harap Yulia.

Mengenal Komunitas Pelita ABK Seruyan

Komunitas Pelita ABK Kuala Pembuang hadir sebagai oase dan ruang aman bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Seruyan. Komunitas ini fokus bergerak pada pembinaan, pendampingan, serta penyediaan ruang kreativitas bagi anak-anak disabilitas agar mereka bisa tumbuh mandiri dan percaya diri di tengah masyarakat. Melalui integrasi bersama Forum TBM Kalteng, Pelita ABK juga terus memperjuangkan akses literasi yang inklusif dan ramah disabilitas, memastikan bahwa literasi adalah hak semua anak tanpa terkecuali.

Bagi masyarakat, pegiat literasi, maupun donatur yang tergerak untuk mendukung program kerja, mendonasikan buku bacaan inklusif, atau ingin ikut menjadi bagian dari relawan pendamping, dapat membuka ruang komunikasi dan menyalurkan dukungannya secara langsung dengan menghubungi Komunitas PELITA ABK Seruyan.

Mari bersama-sama kita berikan ruang dan kesempatan bagi anak-anak istimewa ini untuk terus menyalakan pelita literasi dan kepedulian dari bumi Kalimantan Tengah.

Bonni Febri


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *