Kultum Subuh Pujiono: Jadi Guru Sekali Harus Buat Prasasti

SORONG, PULANGPISAUMU.COM  7/12/2015. Ustad Pujiono, Pimpinan PonpesMu Manafiul Ulum Sambi Boyolali dalam Tausiyah Subuh Bagi Peserta Bimtek Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial Region Papua Barat Daya. Menyampaikan tausyah mendalam.

Suasana hening Subuh di Ballroom Hotel Aimas Sorong menjadi saksi terselenggaranya kultum pembuka rangkaian kegiatan Bimtek Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial Region Papua Barat Daya, Ahad (7/12).

Kegiatan ini dibuka oleh Sutomo, M.Ag., Ketua FGM Pusat, didampingi Ketua Majelis Dikdasmen Papua, Bapak Sanmas.

Dalam tausiyahnya, Pujiono—narasumber Tim Fasilitator Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial—menyampaikan pesan penuh makna bagi para guru peserta bimtek. Dengan gaya tutur yang lembut namun tegas, ia mengangkat tema “Jadi Guru Sekali Harus Buat Prasasti”.

Prasasti Itu Peninggalan, Prestasi, dan Amal Jariyah

Pujiono menjelaskan bahwa seorang guru tidak hanya mengajar dan menyampaikan materi, tetapi juga harus meninggalkan jejak kebaikan yang terus mengalir manfaatnya.

“Prasasti itu bisa berupa prestasi, bisa juga berupa amal jariyah,” ujarnya di hadapan seratus lebih peserta bimtek.

Ia menegaskan bahwa prasasti tidak harus monumental, tetapi harus berdampak. Bentuknya bisa berupa:

  • Mengajarkan ilmu yang terus diamalkan murid-murid.
  • Mewariskan sistem yang baik di sekolah.
  • Menanam pohon yang tumbuh memberi manfaat.
  • Mencetak generasi yang berakhlak dan cerdas.
  • Atau karya-karya pembelajaran yang terus digunakan oleh guru lain.

“Guru itu sekali mengabdi, harus menorehkan sesuatu yang dikenang. Yang ketika kita sudah tidak lagi mengajar, manfaatnya tetap hidup,” lanjutnya.

Guru dan Jejak Peradaban

Menurut Pujiono, guru adalah penentu arah peradaban. Di era kecerdasan artifisial dan koding, guru harus semakin kreatif, visioner, dan siap meninggalkan warisan yang membawa sekolah pada kemajuan.

“Bimtek ini bukan sekadar pelatihan, tetapi titik awal perubahan. Di sini para guru menyiapkan prasasti baru: literasi digital, pembelajaran mendalam, dan kompetensi masa depan,” tuturnya.

Kultum Subuh ini menjadi penguat semangat bagi para peserta yang datang dari berbagai daerah Papua Barat Daya. Para guru tampak antusias menyimak, sesekali mencatat poin penting dari pesan inspiratif tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi materi inti bimtek, membawa harapan bahwa para guru akan kembali ke sekolah masing-masing dengan tekad baru: meninggalkan prasasti terbaik bagi generasi mereka.( Abadi )


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *