Membanggakan! Putra Pulang Pisau Pertahankan Disertasi Doktor, Diuji Pimpinan Majelis Strategis PP Muhammadiyah
YOGYAKARTA, PULANGPISAUMU.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan putra daerah Kabupaten Pulang Pisau. Dr. Muhammad Wahdini, S.H., M.H., putra asal Desa Sei Barunai , berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Doktor Politik Islam–Ilmu Politik Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (18/7/2026).
Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) itu mengangkat disertasi berjudul “Dialektika Negara dan Muhammadiyah pada Politik Hukum Ekologi di Indonesia”, yang mengkaji relasi negara dan Muhammadiyah dalam membangun politik hukum ekologi di Indonesia melalui pendekatan dialektika.
Sidang promosi menjadi istimewa karena selain dihadiri para akademisi, disertasi tersebut juga diuji oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yakni Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Dr. Trisno Raharjo, S.H., M.Hum., Anggota Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Prof. Dr. Yeni Widowaty, S.H., M.Hum., serta Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Dr. Wawan Gunawan Abdul Wahid, M.Ag.
Dalam penelitiannya, Wahdini menyoroti dinamika hubungan Muhammadiyah dan negara dalam merespons kebijakan lingkungan hidup, termasuk polemik Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Ia menyimpulkan bahwa relasi keduanya berkembang melalui proses dialektika yang membuka ruang lahirnya kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keadilan ekologis dan keberlanjutan lingkungan.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa pembangunan hukum lingkungan di Indonesia memerlukan sinergi antara pendekatan konstitusional negara dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang dikembangkan Muhammadiyah. Politik hukum ekologi yang ideal tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjamin keberlanjutan lingkungan, perlindungan masyarakat, serta keadilan antargenerasi.

Di balik capaian akademik tersebut, Wahdini memilih untuk memaknainya sebagai sebuah tanggung jawab, bukan sekadar prestasi.
“Sebenarnya capaian ini bukan sesuatu untuk dibanggakan, tetapi menjadi amanah untuk terus belajar dan memberi manfaat,” ujarnya kepada Pulangpisaumu.com.
Ia juga berpesan kepada generasi muda di Kabupaten Pulang Pisau dan Kalimantan Tengah umumnya, agar menjadikan pendidikan sebagai jalan membangun masa depan daerah.
“Saya berharap generasi muda menancapkan satu prinsip bahwa pendidikan adalah investasi terbaik. Dampaknya mungkin tidak langsung dirasakan, tetapi beberapa waktu ke depan daerah kita akan memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dan mampu membawa kemajuan bagi daerah,” katanya.
Mengenai pengalamannya mempertahankan disertasi di hadapan para pimpinan Pusat Muhammadiyah, Wahdini mengaku bersyukur karena selama menempuh pendidikan doktor ia telah banyak berinteraksi dengan para tokoh Persyarikatan.
“Alhamdulillah, selama proses kuliah saya didampingi dan diajar langsung oleh Ketua Umum. Dalam proses penelitian juga banyak beririsan dengan unsur Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketika akhirnya diuji oleh beliau-beliau, menurut saya mereka sangat teduh dalam mendidik. Pengalaman itu menjadi pelajaran yang sangat berharga,” ungkapnya.
Keberhasilan Dr. Muhammad Wahdini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palangka Raya dan keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Tengah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat Kabupaten Pulang Pisau, khususnya generasi muda. Capaian ini menunjukkan bahwa putra daerah mampu berkontribusi melalui pemikiran ilmiah dalam menjawab persoalan-persoalan strategis bangsa, terutama di bidang politik hukum, lingkungan hidup, dan tata kelola sumber daya alam.

