Public Lecture #2 : Menggali Karya-Karya Tulis KH Ahmad Dahlan koleksi Pusdalitbang SM
Selanjutnya, Tim Pusdalitbang dan Jurnal SM mempresentasikan materi tentang konstruksi pemikiran Pendidikan K.H. Ahmad Dahlan berdasarkan sumber-sumber dokumentasi terpilih. Berikut ini tiga jenis sumber dokumentasi terpilih yang telah terverifikasi sebagai karya tulis K.H. Ahmad Dahlan (sumber primer):
Naskah Pidato
“Kesatuan Hidup Manusia” (Pidato dalam Kongres Al-Islam di Cirebon 1922).
Artikel
“Agama Islam” (artikel bersambung dalam SM no. 2 Tahun 1915)
Artikel berbahasa dan huruf Jawa belum diterjemah (SM no. 4 tahun 1916)
Artikel berbahasa dan huruf Jawa belum diterjemah (SM no. 6 tahun 1916)
Artikel berbahasa dan huruf Jawa belum diterjemah (SM no. 8 tahun 1916)
“Manoesia itoe bodo lan koemaloengkoeng” (SM no. 1 tahun 1921)
“Pamoelangan lan pakoendjaran” (SM no. 2 tahun 1921)
Syarah/Terjemahan
“Aqoidul Iman”
Di luar karya-karya di atas, beberapa peneliti dan penulis buku telah mengklaim beberapa judul buku sebagai karya K.H. Ahmad Dahlan. Namun setelah diteliti dengan cara menguji bentuk dan keaslian terbitan, membandingkan dengan karya tulis K.H. Ahmad Dahlan yang lain, meneliti list atau melihat daftar buku-buku terbitan Hoofdbestuur Muhammadiyah maupun Bagian Taman Pustaka periode awal, dan mengkonfirmasi karya tersebut kepada tokoh atau informan khusus, dapat disimpulkan bahwa karya-karya yang selama ini diklaim sebagai karya K.H. Ahmad Dahlan masih diragukan. Karya-karya tersebut antara lain: Fakih Tjekakan, Kitab Fekih, dan lain-lain.
Public Lecture #2 adalah program Pudalitbang dan Jurnal SM yang bertujuan untuk menghadirkan Muhammadiyah dengan segenap instrument organisasinya sebagai objek penelitian dan kajian akademik skala nasional dan internasional. Segmen peserta dari dalam dan luar negeri. Selain public lecture terdapat program strategis berupa kajian rutin (Kerjasama dengan Lembaga/universitas) yang bersifat regular dengan subjek semua jenis dokumentasi Pusdalitbang SM dan objek Muhammadiyah Studies. Pusdalitbang SM dan Jurnal masih membuka kesempatan kepada lembaga atau universitas, di dalam maupun di luar negeri, untuk menjalin kemitraan strategis pengembangan kajian dan riset keislaman dan keindonesiaan. (arf)
Sumber : Suara Muhammadiyah

