Safari Ramadan PDM Kapuas, Ustadz Saifudin Ajak Jamaah Makmurkan Masjid dan Perkuat Ketakwaan

MANDOMAI, PULANGPISAUMU.COM (7/3)   – Dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 H yang dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas di Masjid Syuhada, Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat, jamaah mendapatkan tausiyah pada kultum ba’da Isya sebelum pelaksanaan salat Tarawih yang disampaikan oleh Wakil Ketua PDM Kapuas Ustadz H. Saifudin, SE, Mayor (Purn) TNI.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Saifudin mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk beribadah, khususnya di bulan suci Ramadan.
Ia menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas keimanan dan memperbanyak amal kebaikan.
“Orang yang beriman adalah orang yang benar-benar mencintai Allah dan Rasul-Nya. Jika kita mengaku beriman, maka kita harus mendahulukan perintah Allah dibandingkan kepentingan pribadi,” ujarnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, salah satu wujud nyata keimanan adalah dengan menjaga kualitas salat. Salat bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan sarana komunikasi antara hamba dengan Sang Pencipta.
Karena itu, sebelum melaksanakan salat, seorang muslim dianjurkan untuk menyucikan diri melalui wudu serta membersihkan hati dari berbagai penyakit hati seperti iri dan dengki, agar ibadah yang dilakukan benar-benar diterima oleh Allah SWT.
Ia juga menjelaskan bahwa salat yang dilakukan dengan benar akan menjadi benteng dari perbuatan keji dan mungkar. Jika seseorang masih melakukan perbuatan buruk setelah salat, maka perlu introspeksi apakah salat yang dilakukan sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
“Rasulullah bersabda, ‘Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat.’ Artinya, tata cara salat harus mengikuti contoh yang diajarkan oleh Rasulullah,” jelasnya.
Selain itu, Ustadz Saifudin juga mengingatkan pentingnya memakmurkan masjid dengan salat berjamaah. Masjid merupakan rumah Allah di bumi, tempat yang penuh dengan rahmat dan ketenangan bagi orang-orang yang datang untuk beribadah.
“Ketika kita mendengar panggilan azan, itu adalah panggilan Allah. Maka tinggalkanlah sejenak urusan dunia dan segeralah memenuhi panggilan tersebut,” pesannya.
Di akhir tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa tujuan akhir dari ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa kepada Allah SWT. Karena itu, setiap muslim hendaknya terus menjaga keimanan dan ketakwaan hingga akhir hayat.
“Tujuan akhir hidup kita adalah menjadi orang yang bertakwa. Maka jagalah iman kita agar tetap kuat sampai akhir kehidupan,” pungkasnya.
Kultum tersebut menambah kekhusyukan suasana Safari Ramadan PDM Kapuas yang dihadiri oleh pengurus Muhammadiyah dari Daerah sampai ranting,  jamaah masjid, serta warga masyarakat setempat sebelum melaksanakan salat Tarawih berjamaah.

Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *