Buku pertama berjudul “Suara Generasi: Dari Kata Menjadi Cahaya” adalah kumpulan puisi, cerita pendek, dan fiksi mini hasil karya peserta lokakarya penulisan kreatif. Proses kreatif ini dipandu oleh Cak Ipul, narasumber dari Lembaga Seni Budaya PWM Kalimantan Tengah. Sementara itu, buku kedua bertajuk “Jejak Literasi: Menulis Bersama di Taman Pustaka” memuat artikel jurnalistik ringan hasil lokakarya bersama Aldo, seorang jurnalis dari Kompas.
Ketua Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan, Bonni Febrian, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penerbitan buku ini. “Terbitnya buku ini sangat luar biasa. Hampir semua peserta berhasil menuangkan ide-ide kreatifnya melalui tulisan. Terima kasih kepada para peserta, narasumber, dan Badan Bahasa Kemendikbudristek yang telah memberikan dukungan besar dalam kolaborasi ini,” ujar Bonni.
Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan membentuk generasi literat, kritis, dan kreatif. “Melihat tingginya antusiasme peserta, kami berharap semakin banyak pihak, baik pemerintah daerah maupun swasta, yang mendukung gerakan literasi ini. Kita perlu terus memberikan ruang apresiasi dan sarana untuk belajar serta berkreasi,” harapnya.
Sebagai salah satu dari 340 komunitas literasi penerima bantuan dari Badan Bahasa Kemendikbudristek, Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan aktif menggelar berbagai kegiatan literasi. Selain lokakarya penulisan, mereka juga mengadakan diskusi berbagi praktik baik bersama komunitas literasi lainnya di Pulang Pisau.
Kedua buku antologi ini dibagikan secara gratis kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas karya yang telah mereka hasilkan. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat budaya baca tulis di masyarakat dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dengan kolaborasi antara sekolah, komunitas, dan masyarakat, Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan optimis gerakan literasi di Pulang Pisau akan terus berkembang dan memberikan dampak positif yang luas.