Idul Fitri PCM Maliku : Kembali ke Fitrah, Membangun Karakter yang Lebih Baik

MALIKU, PULANGPISAUMU.COM [ 1 Syawal 1446 H] – Dalam suasana penuh keberkahan, jamaah berkumpul di Masjid Ibrahim Al Kholil Pimpinan Cabang Miuhammadiyah  (PCM) Maliku untuk menunaikan Salat Idul Fitri. Khutbah Idul Fitri kali ini disampaikan oleh Haziq Abduh, seorang Mubaligh  Mahasiswa Penggerak Desa  Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalimantan Tengah (DPD IMM Kalteng).

Dalam khutbahnya yang bertema “Kembali ke Fitrah: Membangun Karakter yang Lebih Baik”, Haziq Abduh mengajak umat Islam untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum introspeksi diri setelah sebulan penuh menjalani ibadah di bulan Ramadan.

Makna Idul Fitri sebagai Kembali ke Kesucian

Idul Fitri, menurut Haziq Abduh, bukan sekadar perayaan kemenangan, tetapi lebih dari itu, merupakan ajakan untuk kembali ke fitrah manusia yang suci. Dalam khutbahnya, ia mengutip firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 30:

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah yang bersih, dan Idul Fitri adalah kesempatan untuk kembali pada kesucian hati serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

Refleksi Ramadan untuk Membangun Karakter

Dalam khutbahnya, Haziq Abduh menekankan pentingnya mempertahankan kebiasaan baik yang telah dilatih selama Ramadan. “Ramadan telah melatih kita untuk menahan diri, berbagi, dan meningkatkan ibadah. Setelah Idul Fitri, kita harus menjadikan semua pelajaran ini sebagai karakter yang melekat dalam diri,” ujarnya.

Ia juga mengajak jamaah untuk terus memperbaiki hubungan, baik dengan Allah maupun dengan sesama manusia. “Hari ini adalah hari kemenangan, bukan hanya dari rasa lapar dan dahaga, tetapi juga kemenangan atas hawa nafsu dan sifat-sifat buruk dalam diri kita,” tambahnya.

Dalam khutbahnya, Haziq Abduh mengingatkan akan hadits Nabi Muhammad SAW:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)

Ia mengajak umat Islam untuk tidak hanya memperbaiki diri secara individu, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat dengan menjadi pribadi yang jujur, sabar, rendah hati, dan dermawan.

Mengakhiri khutbahnya, Haziq Abduh mengajak jamaah untuk berdoa agar Allah SWT menerima amal ibadah selama Ramadan, mengampuni dosa-dosa, serta memberikan petunjuk dalam kehidupan. “Semoga Idul Fitri ini menjadi titik awal bagi kita semua untuk terus berbuat baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya khutbah idul fitri , para jamaah saling bermaafan dan bersilaturahmi, mempererat ukhuwah Islamiyah di hari yang penuh berkah.

Khatib bersama para Pengurus PCM Maliku dan jamaah Masjid Ibrahim Al Kholil Desa Tahai (Foto : Istimewa)

Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *