Ramadan adalah madrasah ketakwaan, Pesan Mendalam Kultum Tarawih Masjid KH Ahmad Dahlan

PULANG PISAU, PULANGPISAUMU.COM – Suasana Ramadan begitu terasa di Masjid KH Ahmad Dahlan saat jamaah memadati saf-saf salat Isya dan Tarawih. Dalam kultum Bada salat Isya’ yang disampaikan Ustadz Dwi Nur Wahidin, jamaah diajak memahami puasa sebagai proses pendidikan ruhani yang membentuk pribadi bertakwa.

Dalam tausiyahnya, Ust. Dwi menjelaskan bahwa secara bahasa, puasa berarti menahan diri. Ia mencontohkan kisah Maryam dalam Al-Qur’an yang bernazar untuk menahan diri dari berbicara. Makna ini menunjukkan bahwa puasa pada hakikatnya adalah pengendalian diri.

“Dalam syariat Islam, puasa berarti menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun puasa tidak hanya sebatas itu,” jelasnya di hadapan jamaah.

Ia menegaskan bahwa seorang Muslim tidak cukup hanya meninggalkan perkara yang membatalkan puasa, tetapi juga harus menjauhi hal-hal yang mengurangi pahala. Jangan sampai termasuk golongan yang disebut Rasulullah ﷺ sebagai orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga.

Menurutnya, tujuan utama puasa sebagaimana firman Allah la‘allakum tattaqun adalah agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa. Ramadan adalah madrasah ketakwaan, tempat umat Islam dididik dan ditempa selama satu bulan penuh.

“Kalau di sekolah ada masa belajar dan ada masa ujian. Ramadan ini masa pendidikan kita. Sedangkan sebelas bulan setelahnya adalah ujian yang sesungguhnya,” ujarnya.

Ust. Dwi juga mengutip pendapat ulama besar, Ibn Rajab al-Hanbali, yang menyatakan bahwa tanda diterimanya amal adalah ketika Allah memudahkan seorang hamba untuk terus melakukan kebaikan setelahnya. Amal saleh terasa ringan dan dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Kultum Tarawih malam itu menjadi pengingat bagi jamaah bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan momentum perubahan diri. Puasa seharusnya melahirkan sikap sabar, jujur, menjaga lisan, serta istiqamah dalam ketaatan.

Dengan semangat kebersamaan, jamaah Masjid KH Ahmad Dahlan berharap Ramadan tahun ini benar-benar menjadi titik awal perbaikan diri yang berkelanjutan, sehingga nilai-nilai ketakwaan tetap terjaga sepanjang tahun.

Penulis: Bonni Febri
Editor: Redaksi PulangPisaumu.com


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *