Ramadan dan Kehati-hatian: Memahami Hal yang Membatalkan Puasa
PULANG PISAU , PULANGPISAUMU.COM– Suasana khusyuk menyelimuti Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau usai pelaksanaan salat Subuh berjamaah, Ahad pagi (22/2) Jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti kultum ba’da Subuh yang disampaikan oleh Ustadz Salman Alfarisi, S.Pd.I, dai asal Lamongan yang saat ini aktif menjalankan dakwah di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pulang Pisau selama bulan ramadan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Salman mengangkat tema seputar fikih puasa, khususnya hal-hal yang dapat membatalkan puasa, baik yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja. Materi ini dinilai penting agar umat Islam dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan pemahaman yang benar.
Beliau menjelaskan bahwa di antara perkara yang membatalkan puasa adalah makan dan minum dengan sengaja, muntah yang disengaja, serta perbuatan lain yang secara sadar merusak kesempurnaan puasa. Termasuk pula kebiasaan merokok di siang hari Ramadan yang secara tegas membatalkan puasa.
“Adapun muntah yang tidak disengaja, misalnya karena mencium bau tidak sedap atau kondisi tertentu yang di luar kendali, maka hal itu tidak membatalkan puasa,” jelasnya di hadapan jamaah.
Ustadz Salman juga menyinggung persoalan hubungan suami istri di siang hari saat berpuasa. Ia menerangkan bahwa bersentuhan atau mencium istri yang sampai menyebabkan keluarnya mani dapat membatalkan puasa dan mewajibkan qadha. Namun, jika hanya keluar cairan madzi (cairan sebelum mani), maka tidak membatalkan puasa, meskipun tetap dianjurkan untuk menjaga diri demi kehati-hatian.
Selain itu, beliau mengingatkan jamaah agar meninggalkan kebiasaan yang tidak bermanfaat, seperti bersumpah sembarangan dan menggunakan jimat atau benda-benda yang tidak dibenarkan dalam syariat. “Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga hati, lisan, dan perbuatan dari hal-hal yang dilarang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Salman juga menekankan pentingnya memahami dalil-dalil hadis terkait puasa agar masyarakat tidak mudah terjebak pada kesalahpahaman. Ia mengajak jamaah untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama sebagai bekal dalam beribadah.
Kultum ba’da Subuh ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan dakwah di Masjid KH Ahmad Dahlan, untuk memberikan pencerahan keislaman kepada masyarakat khususnya jamaah Masjid KH Ahmad Dahlan.
Di akhir penyampaiannya, Ustadz Salman mengajak jamaah untuk menjaga keikhlasan dalam beribadah dan memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri. Jamaah pun meninggalkan masjid dengan wajah teduh dan semangat baru untuk menjalani hari dalam ketaatan.

