SEKAM MPM Resmi Dibuka, Irwan Akib Tekankan Peran Kader Pencerahan Masyarakat
SLEMAN , PULANGPISAUMU.COM– Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi membuka Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) pada Rabu (21/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam menyiapkan kader-kader pemberdaya masyarakat.
Pembukaan SEKAM dilakukan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, bertempat di BBPPMPV Seni Budaya, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sambutannya, Irwan Akib menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya SEKAM sebagai bagian dari pendidikan yang berorientasi pada pencerahan.
Menurut Irwan, pendidikan dalam perspektif Muhammadiyah tidak hanya sebatas transfer pengetahuan, tetapi merupakan proses membangun kesadaran ketuhanan yang mampu menghidupkan nilai kemanusiaan, mencerdaskan akal, serta membebaskan manusia dari berbagai belenggu ketidakadilan. Karena itu, SEKAM diharapkan menjadi bagian yang menyatu dengan semangat pendidikan pencerahan tersebut.
Ia berharap peserta SEKAM angkatan ke-23 dapat terlibat aktif dalam gerakan pemberdayaan masyarakat, khususnya di kalangan kelompok rentan dan marjinal, seperti petani, nelayan, buruh—termasuk buruh migran—serta masyarakat miskin perkotaan.
Irwan menegaskan, kader pemberdayaan yang lahir dari SEKAM tidak cukup hanya hadir, memberi bantuan, lalu meninggalkan masyarakat. Pemberdayaan, menurutnya, menuntut proses pendampingan yang berkelanjutan dan transformatif.
Melalui program ini, para pendamping masyarakat diharapkan memiliki semangat untuk mendorong perubahan mendasar, termasuk mengubah tradisi, budaya, atau kebiasaan yang tidak adaptif, seperti pola hidup boros yang menghambat kemandirian ekonomi.
Ia mencontohkan, masih banyak kelompok masyarakat—seperti nelayan—yang belum memiliki literasi keuangan memadai. Penghasilan yang diperoleh setelah melaut kerap habis tanpa perencanaan, sehingga siklus ketidakberdayaan terus berulang.
Lebih lanjut, Irwan menjelaskan bahwa setiap kelompok masyarakat memiliki karakteristik dan pendekatan yang berbeda. Oleh karena itu, dibutuhkan keterampilan khusus untuk membangun komunikasi yang efektif, dan kompetensi tersebut dapat diperoleh melalui pelatihan di SEKAM.
Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, mendorong para peserta SEKAM untuk menjadi penggerak utama dalam pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan bahwa esensi pemberdayaan adalah mendorong tumbuhnya kekuatan dari dalam masyarakat itu sendiri.
Menurut Yamin, pemberdayaan berarti menggali, mengangkat, dan mengoptimalkan potensi yang sebenarnya telah dimiliki oleh masyarakat. Selain memberikan dorongan, proses pemberdayaan juga harus mampu menarik minat dan membuka wawasan masyarakat yang selama ini terjebak dalam perilaku tidak adaptif serta keterbatasan pengetahuan.
Namun demikian, Yamin mengingatkan bahwa praktik pemberdayaan di lapangan tidak sesederhana konsep yang tertulis dalam perencanaan. Realitas sosial sering kali jauh lebih kompleks. Oleh karena itu, berbagai pendekatan akan diperkenalkan kepada peserta selama mengikuti SEKAM.
Dalam sambutannya, Yamin juga menyinggung pentingnya pendekatan pendidikan orang dewasa. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan konteks dan kondisi masyarakat, agar dakwah dan gerakan pemberdayaan dapat berjalan secara optimal.

