Balai Bahasa Kalteng Bekali Komunitas Literasi Strategi Menulis Berita dan Publikasi Digital
PALANGKA RAYA, PULANGPISAUMU.COM – Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah kembali melanjutkan rangkaian Pembinaan Komunitas Literasi Tahun 2026 melalui kegiatan Diskusi Daring Literasi bertajuk “Strategi Penulisan Berita dan Publikasi Kegiatan Literasi di Media Sosial” (21/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber Duddy Rachayu Suhada, Pemimpin Redaksi kabar.forumtbm.or.id sekaligus Founder KAPOL Multimedia. Diskusi diikuti oleh puluhan pegiat literasi, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan komunitas literasi dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, baik yang telah menjadi binaan Balai Bahasa maupun komunitas literasi yang baru bergabung.
Koordinator Tim Literasi Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Afifah Nada, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari seri pembinaan lanjutan setelah pelaksanaan pembinaan secara luring sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa Balai Bahasa Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus mendampingi komunitas literasi hingga seluruh rangkaian pembinaan selesai dilaksanakan.
“Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian pembinaan komunitas literasi setelah pertemuan luring pertama. Balai Bahasa berkomitmen menuntaskan pembinaan hingga sesi terakhir nanti,” ujarnya.
Afifah juga mengapresiasi komunitas literasi yang turut mengajak pegiat literasi lainnya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat akan semakin memperkuat ekosistem literasi di Kalimantan Tengah.
Dalam pemaparannya, Duddy Rachayu Suhada menjelaskan pentingnya kemampuan menulis berita sebagai sarana mendokumentasikan sekaligus menyebarluaskan aktivitas literasi kepada masyarakat luas.

Duddy menjelaskan bahwa tren media saat ini bergerak menuju era media segmented dan hiperlokal, di mana kedekatan emosional dan relevansi konten menjadi kunci utama keterbacaan. Ia menguraikan berbagai strategi penulisan berita kegiatan yang baik, mulai dari menentukan sudut pandang atau angle pemberitaan, menyusun unsur 5W+1H secara lengkap, hingga membuat judul yang menarik dan informatif.
Ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan gaya publikasi dengan karakteristik masing-masing platform media sosial seperti Instagram, Facebook, X, dan TikTok agar pesan literasi lebih efektif menjangkau masyarakat.
” Publikasi yang konsisten dapat menjadi sarana penjenamaan komunitas sekaligus menunjukkan eksistensi dan keberlanjutan program yang dijalankan” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Banyak peserta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi mengenai teknik penulisan berita dan strategi publikasi kegiatan literasi di daerah masing-masing.
Pada sesi penutup, Balai Bahasa Kalimantan Tengah kembali menegaskan pentingnya publikasi sebagai salah satu indikator perkembangan komunitas literasi binaan. Dokumentasi dan pemberitaan kegiatan yang dilakukan secara rutin dinilai mampu menunjukkan keaktifan komunitas sekaligus memperluas dampak gerakan literasi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pegiat literasi di Kalimantan Tengah semakin terampil dalam menulis berita, mendokumentasikan kegiatan, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi yang efektif sehingga gerakan literasi dapat semakin dikenal, berkembang, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


