Gibran dukung penuh pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah

SURAKARTA, PULANGPISAUMU.COM – Wali kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka mendukung penuh pelakanaan Muktamar Muhammadyah dan Aiyiyah ke 48 di Surakarta.

Dukungan tersebut disampaikan Gibran saat menerima audiensi Panitia Penerima Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48 di ruang rapat ai kota, Jumat, 26 Agustus 2022.

Rombongan Panitia Penerima Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48 dipimpin oleh ketua panitia, Prof. Dr. Sofyan Anif, MSi.

Bahkan dalam kesempatan tersebut, Gibran memberi beberapa usulan yang dapat dilakukan Panitia Penerima Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48.

Misalnya usulan permintaan pembukaan penerbangan luar negeri bagi penggembira ataupun peserta muktamar kepada otorita yang berwenang.

Mengenai penggunaan Stadion Manahan, Gibran berjanji akan membantu dengan memberi prioritas bagi Panitia Penerima untuk dapat menggunakan stadion tersebut pada saat pembukaan muktamar.

Terkait Persis Solo yang menggunakan Stadion Manahan untuk pertandingan Liga 1, Gibran menyebut akan melihat tanggal main dari Persis Solo.

“Kalau memang digunakan Persis Solo nanti bisa dicarikan tempat lain untuk tanding atau latihan,” kata Gibran.

“Pokoknya kita siap support dari panitia seperti apa acaranya (pembukaan) kita prioriitaskan. Nanti pembukaan pagi hari ya, pak? Lebih mewah waktu malam itu, pak,” kata Gibran lagi.


Mengenai permintaan ijin penggunaan ataupun bantuan fasilitas dari Panitia Penerima, Gibran menyambut baik dan akan melakukan rapat koordinasi dengan dinas-dinas terkait yang berada di Pemkot Surakarta.

Untuk sekolah-sekolah yang dapat digunakan penggembira muktamar, Gibran mendukung rencana tersebut. Bahkan ia akan berkoordinasi dengan jajarannya untuk memanfaatkan tempat tidur yang belum terpakai ketika penanganan pandemi Covid-19.

“Masih baru baru semua itu (kasur) belum dipakai. Nanti kami coba akan hitung lagi,” ujar Gibran.

Gibran bahkan mengusulkan agar Panitia Penerima menggunakan asrama haji Donohudan sebagai tempat penggembira.

“Mbok menggunakan arama haji (Donohudan) itu juga, Pak?'” kata Gibran yang dijawab panitia hal itu sudah dilakukan.

Mengenai peminjaman transportasi seperti BST, Gibran mengatakan hal tersebut bisa diatur. Ada bus bus cadangan dari Kementerian Perhubungan yang dapat digunakan untuk membantu penggembira.à

“Bus-bus cadangan BST ada 30 bus dari Kemenhub. Saat APG (ASEAN Paragames 2022) kemarin kami menggunakan 65 bus untuk transportasi. Untuk pembukaan, penggunaan bus akan saya  komunikasikan, untuk bisa diusahakan,” kata Gibran.

Terkait peminjaman video tron, Gibran menyampaikan, kalau untuk sosialisasi muktamar, dapat menggunakan videotron (tidak menyewa) tapi kalau untuk nonton bareng, ada ketentuannya.

“Nanti akan seperti apa rencanaya untuk pengunaan videotron ini. Kalau untuk sosialisasi bisa dilakukan (tanpa bayar). Kalau untuk nonton bareng memang ada ketentuan khususnya,” terang Gibran.

Mengenai peserta dan penggembira yang ingin menikmati kuliner dan membeli produk UKM, Gibran sangat senang dengan keberadaan peserta maupun penggembira yang berkunjung ke Kota Solo.

Bahkan Gibran bercerita, pada saat APG beberapa minggu yang lalu, ada UKM yang meraih pendapatan hingga Rp 300 juta. Padahal itu event yang jumlah orangya tidak terlalu banyak.

“Kita akan sediakan produk yang lebih proper lebih bagus lagi yang bisa dibeli oleh penggembira atau peserta,” kata Gibran.

Walikota Solo mendukung pelaksanaan Muktamar.Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48 di Surakarta (doc.red)



Saat memberi respon mengenai keinginan ketua Panitia Penerima agar harga kuliner atau produk UKM tidak dinaikkan harganya, Gibran siap melakukan antisipasi.

“Kasihan penggembira kalau kena thutuk harga. Mestinya uang yang dibawa bisa digunakan 2-3 hari karena kena thutuk jadi hanya 1 hari saja,” kata Prof. Sofyan Anif.

Gibran pun meresponnya dengan mengatakan akan melakukan rapat dengan tiap tiap dinas untuk bisa mensupport acara muktamar seuai tupoksi masing-masing.

“Semua dinas sudah saya briefing” ujar Gibran.

Mengenai rencana penutupan Jalan Adi Sucipto untuk pembukaan muktamar, Gibran menyampaikan agar panitia mengantipasi agenda kenegaraan yang dilakukan di Kota Solo pada tanggal-tanggal pelaksanaan Muktamar.

“Sebab pada tanggal-tanggal pelaksanaan muktamar juga ada beberapa acara besar di Kota Solo yang menghadirkan Presiden. Seperti tanggal 17 November itu ada peresmian masjid di Giingan. Habis itu ada Pekan Olahraga Pesantren Nasional kita jadi tuan rumah. Kami konsen di hotel sama transportasi,” terang Gibran.

“Biasanya itu sangat ketat dan mendadak waktunya. Misalnya jalan mana yang harus dilalui, perlu jalur khusus. itu bisa diantipasi sejak dini. Kalau tiba-tiba pengamanan negara ingin seperti ini kalau tidak diantipasi tentu membuat repot padahal panitia sudah mempersiapkan rencana awal jauh jauh hari,” kata Gibran. (Red)


Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *