Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Gelar Nonton Bareng Festival Gulali 2025

PULANG PISAU, PULANGPISAUMU.COM – Suasana penuh keceriaan tampak di Gedung SD Muhammadiyah Pulang Pisau pada Sabtu (2/8/2025).  35 anak dari SD Muhammadiyah, TK Aisyiyah, SD Ahlul Qur’an, serta anak-anak dari Taman Baca di sekitar Pulang Pisau mengikuti kegiatan  nonton bareng Festival Gulali 2025 yang digelar Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Kantung Gulali  Festival Gulali 2025, sebuah festival seni pertunjukan untuk anak dan keluarga yang digagas oleh Ria Papermoon (Papermoon Puppet Theatre) dan Ariyo Zidni (Ayo Dongeng Indonesia). Festival yang berlangsung secara daring dan luring ini menghadirkan karya-karya seniman di Indonesia. Acara nonton bareng ini digelar bersama secara daring di Kantong-kantong gulali yang ada di berbagai daerah seluruh Indonesia

Acara yang berlangsung dari pukul 13.30 hingga 17.00 WIB ini terselenggara berkat kolaborasi antara Rumah Baca Bahijau Palangka Raya, Forum TBM Kalimantan Tengah, dan Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau.

Sebelum pemutaran film dimulai, anak-anak diajak untuk membaca bersama, bernyanyi, dan membuat karya  kolase daun yang dipandu oleh para relawan Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan. Suasana hangat dan penuh kreativitas membuat anak-anak sangat gembira dan antusias.

Nonton Bareng Festival Gulali 2025 di Taman Pustaka KHA Dahlan Pulang Pisau (Doc.TP)

Tiga film yang ditonton bersama pada kesempatan ini antara lain: “Labungko-bungko” hasil karya Makgaligo, “Kebun Bu Timin” karya Sekolah Pantomim Nusantara fan “Gober dan Dunia Putih”  karya GOBARCUP x Gabrielle Maria Anna.

Ketua Taman Pustaka KHA Dahlan Bonni Febrian mengatakan melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya menonton pertunjukan, tetapi juga diawali dengan kegiatan seperti membaca buku bersama, bermain, bernyanyi dan membuat karya Kolase dari daun kering.

“Terima kasih kepada  Rumah Baca Bahijau dan Forum TBM Kalteng serta para relawan Taman Pustaka yang telah mendukung kegiatan ini. Walaupun sempat hujan lebat ditengah acara, tapi Alhamdulillah bisa berjalan lancar sampai selesai” kata Bonni.

Festival Gulali ingin menghadirkan pengalaman rasa sejak kecil, agar anak-anak tumbuh dengan imajinasi, keberanian, dan kehangatan, demikian dikatakan penggagas festival, Ria Papermoon, sebagaimana dikutip dari laman resmi Gulali Festival.

Kegiatan berakhir dengan keceriaan anak-anak yang membawa pulang pengalaman berharga serta semangat untuk terus mencintai seni, membaca, dan berkreasi.

Seluruh anak berkumpul bersama setelah membuat karya kolase daun kering (Doc.TP)

Lazismu ramadhan

Bonni Febrian

Menginspirasi dan Menggerakkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *